- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
Ananda Emira Moeis Serap Aspirasi Warga Samarinda, Infrastruktur Jadi Sorotan Utama

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Reses Masa Sidang I 2024 menjadi momen penting bagi Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, untuk mendengar langsung keluhan warga Samarinda.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan mendasar terungkap, menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi kota ini, terutama dalam sektor infrastruktur.
Sebagai politisi PDI-P, Ananda tak hanya mencatat, tetapi juga berkomitmen menindaklanjuti empat isu utama yang kerap dikeluhkan warga.
Minimnya penerangan jalan menjadi masalah utama di beberapa kawasan Samarinda. Warga mengeluhkan ruas jalan protokol dan perumahan yang gelap, berpotensi mengancam keselamatan pengendara dan pejalan kaki.
“Penerangan jalan ini menyangkut keselamatan bersama. Semua orang di kota ini berhak menikmati jalan yang terang dan aman,” ujar Ananda.
Banjir tahunan yang kerap melanda Samarinda menjadi perhatian serius. Menurut Ananda, buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama genangan air yang mengganggu aktivitas warga.
“Perbaikan drainase harus segera dilakukan agar banjir tidak terus menjadi momok bagi masyarakat,” tegasnya.
Kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah menambah deretan keluhan masyarakat. Situasi ini semakin memburuk saat musim hujan, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Masalah klasik lainnya adalah akses air bersih. Ananda mencatat masih banyak wilayah pinggiran Samarinda yang belum menikmati pasokan air bersih secara layak, meskipun sebagian besar kota telah teraliri air.
“Empat masalah ini harus menjadi prioritas bersama. Kita perlu langkah konkret untuk menyelesaikannya,” kata Ananda.
Meski banyak keluhan, Ananda mengapresiasi sikap warga Samarinda yang menurutnya memiliki kesadaran kolektif tinggi dalam memprioritaskan kepentingan bersama.
“Masyarakat Samarinda luar biasa. Mereka lebih mengutamakan kepentingan umum, seperti fasilitas penerangan jalan, yang menyentuh kebutuhan semua orang,” ungkapnya.
Ananda menegaskan bahwa ia bersama rekan-rekannya di DPRD Kaltim dan Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan infrastruktur yang ada. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan Samarinda yang lebih layak huni.
“DPRD dan Pemprov Kaltim terus berupaya memperbaiki kekurangan ini demi menjadikan Samarinda lebih aman, nyaman, dan layak dihuni oleh seluruh warganya,” ujar Ananda dengan penuh optimisme.
Melalui kegiatan reses ini, Ananda tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga membawa masukan konkret untuk diteruskan kepada pemerintah. Ia berharap semua pihak dapat bersinergi untuk merealisasikan harapan warga, menjadikan Samarinda kota yang besar sekaligus nyaman bagi semua lapisan masyarakat. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
