- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Air Keruh jadi Keluhan Bersama, Andriansyah Dorong Penanganan Kolaboratif

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Kota Samarinda merupakan salah satu kota yang memiliki sumber daya alam yang melimpah khususnya sumber daya air. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah menyebutkan bahwa air yang ada di Kota Samarinda harus lebih diperhatikan pengelolaannya.
Melihat, Belakangan ini masyarakat terus mengeluhkan kondisi keruhnya air meskipun bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Andriansyah sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa pihak PDAM harus berani untuk lebih terbuka kepada masyarakat mengenai permasalahan yang ada dalam pengelolaan airnya agar dapat ditangani secara bersama.
"Masalah sumber daya air itu kita luar biasa, hanya masalah pengelolaan. Saya jadi heran juga Samarinda dengan air Sungai Mahakamnya, Sungai Karang mumusnya kok air masih begini, di wilayah lain yang airnya sedikit bisa saja mengelola," jelas Andriansyah.
Dirinya menganggap bahwa bukan hanya PDAM yang harus menyelesaikan permasalahan air di Samarinda, namun perlu ada pihak lain juga agar solusi permasalahan ini bisa segera diatasi. Penanganan air yang lebih baik harus cepat disusun agar menghasilkan air yang lebih bersih.
Menurutnya, saling menyalahkan pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang selalu berulang-ulang ini hanya membuang-buang waktu karena solusi yang dihadirkan tidak kongkrit. Ia mengungkapkan akan lebih baik jika satu permasalahan langsung di sampaikan oleh pihak PDAM untuk kemudian di carikan solusinya bersama.
"Jangan cari titik permasalahannya, ayo kita selesaikan sama-samanya," katanya.
Terakhir kata Andriansyah, sistem gotong royong untuk menyelesaikan permasalahan yang umum terjadi di masyarakat akan sangat efisien karena air adalah kebutuhan primer bagi masyarakat. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
