- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ubur-ubur Super Langkah Terekam Pertama Kalinya di Papua

ANALOGNEWS.id - Seorang penyelam yang sedang merekam situasi bawah laut di sekitar pesisir Papua Nugini berhasil mendapatkan gambar hewan super langka. Binatang tersebut adalah ubur-ubur raksasa dengan bentuk kepala mirip bola sepak.
Video tersebut dia unggah ke Facebook, yang segera memicu banyak ketakjuban dari netizen. Menurut si penyelam, gerakan renangnya “cukup cepat dibanding ubur-ubur lain.”
Selain bentuk kepala bundarnya yang unik, ubur-ubur ini juga memiliki empat ikatan tentakel dengan ukuran berbeda-beda. Sebagaimana lazimnya ubur-ubur, tubuhnya transparan, dan memperlihatkan organ dalam berwarna merah.
Baca Lainnya :
- Cristiano Ronaldo Bakal ke Bayern Munchen 0
- Cara Mencegah Akun WhatsApp Anda Disadap0
- Diajak Totti Gabung Roma, Begini Respon Dybala0
- Sering Nyabu di Kantor, Dua Hakim di Banten Ditangkap Polisi0
- AC Milan Juara Liga Italia, Begini Reaksi Donnarumma0
Temuan video ubur-ubur unik ini ternyata turut mengejutkan ilmuwan. Sepanjang sejarahnya, spesies dengan nama latin Chirodectes maculatus tersebut sangat sulit ditemukan di lautan lepas. Berdasar catatan peneliti, baru dua kali C Maculatus dapat direkam. Satu lewat foto puluhan tahun lalu, sementara momen kedua ya di video yang didapatkan penyelam di Papua Nugini secara tak sengaja.
C Maculatus memiliki habitat di perairan antara Australia dan Pulau Papua. Tak seperti kebanakan ubur-ubur yang tentakelnya beracun bagi manusia, C Maculatus aman bila tersentuh penyelam atau orang di pantai. Namun, hewan ini cukup penyendiri dan ilmuwan masih belum memahami kenapa ubur-ubur unik tersebut sangat sulit mereka lacak.
“Sejauh ini, kami belum memiliki kesimpulan yang menyeluruh mengenai pola hidup serta karakter spesies Chirodectes maculatus,” ujar Allen Collins, dokter bidang zoologi dari Institut Smithsonian saat dikonfirmasi Motherboard. “Kami tentu menganggap video amatir tersebut temuan berharga, sayangnya video macam itu juga belum bisa menambah ragam pengetahuan kita mengenai spesies ubur-ubur langka tersebut.”
C. maculatus pertama kali dikaji secara mendalam melalui artikel yang terbit di jurnal pada 2005. Penulisnya adalah tim ilmuwan Australia yang dipimpin Paul Cornelius.
Mereka pertama kali menangkap spesimen itu dalam keadaaan sudah mati pada 1997. Karena baru pertama kali ditemukan, ilmuwan Australia enggan membedahnya, dan hanya mengawetkan tubuh ubur-ubur raksasa tersebut. Selama ini, pemahaman ilmuwan mengenai C Maculatus didasarkan dari pengamatan eksternal jasadnya saja.
Collins menyatakan corak di tubuh ubur-ubur yang terekam kamera cukup berbeda dari spesimen yang diawetkan di Australia. Artinya, jenis corak tersebut kemungkinan berbeda-beda untuk setiap C Maculatus. “Mungkin juga ini spesies yang berbeda tapi masih bersaudara dengan C Maculatus. Yang jelas, ubur-ubur di video tersebut masuk kategori keluarga Chirodectes,” ujarnya.
Fakta bahwa C Maculatus nyaris tidak pernah berhasil diabadikan foto atau video turut mengejutkan Collins. Ubur-ubur ini bentuknya unik dan berukuran besar. Seharusnya nelayan atau penyelam sering melihatnya.
“Tapi itulah keindahan dari misteri dari dalam samudra. Manusia perlu lebih sering melakukan eksplorasi untuk memahami apa yang ada di dalamnya.”










.jpg)
