- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Salehuddin Memberikan Catatan dan Evaluasi Terhadap Program BKT

Keterangan Gambar : Salehuddin Aggota DPRD Kaltim
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, salehuddin memberikan catatan dan evaluasi dari program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) di Provinsi Kalimantan Timur.
"Setiap program sudah sewajarnya dievaluasi guna memperbaiki celah kekurangan yang terjadi," ungkap saleh, beberapa waktu lalu.
Ia pun menyebutkan bahwa, Pemprov Kaltim telah menggelontorkan anggaran dari periode 2019-2023 ini senilai Rp 1,2 triliun terhadap program BKT tersebut .
Baca Lainnya :
- Sambut IKN, Samsun Dorong Program Pengembangan SDM 0
- Komisi I DPRD Kaltim Dorong Penuntasan Kasus 21 IUP Palsu0
- Puji Dorong Peningkatan Kualifikasi Tenaga Pendidik di Daerah 3T0
- Puji Minta Peran Orang Tua dalam memaksimalkan Pendidikan Terhadap Anak0
- Legislator Kaltim Komitmen Wujudkan Pemerataan Distribusi Energi Listrik di Kaltim0
"Anggaran tersebut bukan nilai yang kecil, tapi masih belum sepenuhnya mengakomodir calon penerima yang benar-benar membutuhkan," ucap saleh.
Politisi Golkar tersebut juga menyampaikan bahwa, capaian program BKT yang sudah ada juga perlu mendapatkan apresiasi. Tapi di samping itu diharapkan agar adanya evaluasi atau perbaikan sistem pada proses seleksi penerima program.
"Supaya lebih transparan dan mengedepankan aspek keadilan, terkhusus bagi masyarakat kita yang tidak mampu," tegasnya.
Dia membeberkan hal ini dapat ditanggulangi dengan proses sosialisasi yang masif serta dapat menyentuh seluruh masyarakat hingga ke daerah pelosok.
"Saya berharap agar badan pengelola BKT dapat menerapkan sistem jemput bola khusus bagi masyarakat yang kurang mampu. Agar program ini benar-benar tepat sesaran," tutupnya. (Adv)










.jpg)
