- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Salehuddin Memberikan Catatan dan Evaluasi Terhadap Program BKT

Keterangan Gambar : Salehuddin Aggota DPRD Kaltim
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, salehuddin memberikan catatan dan evaluasi dari program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) di Provinsi Kalimantan Timur.
"Setiap program sudah sewajarnya dievaluasi guna memperbaiki celah kekurangan yang terjadi," ungkap saleh, beberapa waktu lalu.
Ia pun menyebutkan bahwa, Pemprov Kaltim telah menggelontorkan anggaran dari periode 2019-2023 ini senilai Rp 1,2 triliun terhadap program BKT tersebut .
Baca Lainnya :
- Sambut IKN, Samsun Dorong Program Pengembangan SDM 0
- Komisi I DPRD Kaltim Dorong Penuntasan Kasus 21 IUP Palsu0
- Puji Dorong Peningkatan Kualifikasi Tenaga Pendidik di Daerah 3T0
- Puji Minta Peran Orang Tua dalam memaksimalkan Pendidikan Terhadap Anak0
- Legislator Kaltim Komitmen Wujudkan Pemerataan Distribusi Energi Listrik di Kaltim0
"Anggaran tersebut bukan nilai yang kecil, tapi masih belum sepenuhnya mengakomodir calon penerima yang benar-benar membutuhkan," ucap saleh.
Politisi Golkar tersebut juga menyampaikan bahwa, capaian program BKT yang sudah ada juga perlu mendapatkan apresiasi. Tapi di samping itu diharapkan agar adanya evaluasi atau perbaikan sistem pada proses seleksi penerima program.
"Supaya lebih transparan dan mengedepankan aspek keadilan, terkhusus bagi masyarakat kita yang tidak mampu," tegasnya.
Dia membeberkan hal ini dapat ditanggulangi dengan proses sosialisasi yang masif serta dapat menyentuh seluruh masyarakat hingga ke daerah pelosok.
"Saya berharap agar badan pengelola BKT dapat menerapkan sistem jemput bola khusus bagi masyarakat yang kurang mampu. Agar program ini benar-benar tepat sesaran," tutupnya. (Adv)










.jpg)
