- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pernah Hidup Susah, Konglomerat ini Sumbangkan 90 Persen Hartanya
.jpg)
ANALOGNEWS.id - Terry Gou dikenal sebagai pendiri Hon Hai Precision Industry Co Ltd atau yang juga dikenal dengan Foxconn. Perusahaan pembuat komponen elektronik multinasional asal Taiwan yang didirikan pada 1974 itu adalah pemasok beberapa perusahaan terbesar di dunia, seperti Apple Inc.
Foxconn saat ini merupakan salah satu perusahaan manufaktur kontrak elektronik terbesar dengan bisnisnya yang tersebar di seluruh dunia. Dengan kesuksesan Foxconn, membuat Gou menjadi salah satu orang terkaya di Taiwan. Dia berada di peringkat keenam orang paling kaya di negara itu tahun ini menurut data Forbes, dengan kekayaan saat ini mencapai 6,6 miliar dolar AS atau setara Rp98,3 triliun.
Namun perjalanannya mencapai kesuksesan, penuh liku. Dia yang lahir dari dari orang tua imigran yang melarikan diri dari China ke Taiwan ini sempat hidup susah. Meski ayahnya seorang polisi, namun mereka tidak mendapatkan rumah, sehingga keluarganya harus hidup berdesakan di sudut kuil Tao di sebelah stasiun.
Baca Lainnya :
- Buruh dan Petani Unjuk Rasa Terkait Kelangkaan dan Kenaikan Harga Minyak Goreng0
- UU IKN Telah Disahkan, Ibu Kota Negara Akan Dipimpin Kepala Otorita 0
- Warga di Makassar Geger, Sebuah Koper Misterius Diduga Berisi Bom0
- Jaguar Land Rover Indonesia Resmi Buka Dealer di Jakarta Selata0
- IKN Akan Dipimpin Langsung Oleh Kepala Otorita Setara Menteri0
Mengutip Nikkei Asia, saat beranjak dewasa, dia bekerja di industri pembuatan karet dan medis hingga berusia 24 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk memulai perusahaan sendiri, Hon Hai yang membuat suku cadang pesawat televisi.
Begitu perusahaannya mencapai tingkat tertentu, Gou memutuskan untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Dia mempromosikan produknya di 32 negara bagian Amerika Serikat (AS), tinggal di motel murah hingga akhirnya memenangkan pesanan yang signifikan dari Compaq Computer yang sekarang dikenal dengan nama HP Inc.
Setelah itu, Apple ikut menaruh kepercayaan kepadanya. Sekitar tahun 2002, Foxconn memasok perangkat yang sangat dibutuhkan Apple.
Kesuksesan Gou tidak terlepas dari prinsipnya, yakni berbisnis dengan bersih. Dia bahkan tidak pernah korup, dan meninggalkan segala bentuk nepotisme. Tak satu pun anak-anaknya dari pernikahan pertamanya bekerja di kantor pusat Foxconn. Putranya bekerja di produksi film dan real estate, sedangkan putrinya mengambil alih organisasi amal yang dijalankan ibunya.
Gou yang bekerja dengan moto, "usaha, usaha, dan usaha" menanamkan, kebenaran merupakan jalan untuk meraih kesuksesan. Dia juga bekerja keras karena tidak ingin lagi menghadapi kesulitan seperti sebelumnya.
Konglomerat ini juga dikenal sebagai seorang dermawan. Pada 2008, dia memutuskan untuk memberikan 90 persen kekayaan pribadinya untuk amal.
iNews.id










.jpg)
