- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Perjuangkan Hak Pendidikan Anak, Salehuddin: Bantuan Pendidikan Harus Tepat Sasaran

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, kembali angkat bicara tentang pentingnya hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama di wilayah terpencil Kaltim.
Dalam diskusi terbaru mengenai tantangan pendidikan di provinsi yang kaya akan sumber daya alam ini, ia menegaskan bahwa akses pendidikan yang layak harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
“Di tahun 2024 ini, kita berupaya meningkatkan beasiswa afirmasi bagi mereka yang tidak mampu,” ucapnya penuh semangat.
Baca Lainnya :
- Rencana Pembangunan Sirkuit di Berau, Harapan Baru bagi Anak Muda dan Wisata Kaltim0
- Dorong Perbaikan Jalan Kubar-Mahulu, DPRD Kaltim Minta Optimalisasi Anggaran0
- Krisis Pendidikan di Kukar, Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah0
- Cegah Perundungan di Sekolah, DPRD Kaltim Tekankan Peran Sekolah dan Orang Tua0
- Dinkes dan PT KPI Beri Makanan Tambahan Pelajar SMP dan SMA se Kota Bontang0
Salehuddin meyakini bahwa pemerataan pendidikan adalah kunci penting untuk memajukan Kaltim. “Ini untuk mendukung kemajuan dan pemerataan pendidikan di Kaltim,” tambahnya.
Saleh, begitu sapaan akrabnya, ia juga menekankan pentingnya data yang akurat dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, bantuan pendidikan akan lebih efektif jika didukung oleh data yang tepat sehingga dapat menjangkau daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan.
Ia pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap penggunaan anggaran di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang mencapai Rp14,7 triliun, namun belum optimal dalam mengatasi masalah pendidikan.
“Sangat disayangkan, Kukar dengan anggaran sebesar itu tidak bisa mengatasi masalah anak-anak yang tidak sekolah. Pemerintah seharusnya bisa meminimalisir jumlah anak putus sekolah,” katanya dengan nada prihatin.
Untuk mencari solusi, Salehuddin mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk duduk bersama dan berdiskusi.
“Permasalahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita perlu berdiskusi, sinkronisasi data, dan menentukan wilayah mana yang benar-benar perlu dibantu,” tegasnya.
Dengan semangat optimisme, Salehuddin berharap 2024 menjadi tahun perubahan nyata bagi pendidikan anak-anak di Kaltim.
“Tahun ini harus jadi tahun perubahan, demi masa depan anak-anak kita,” tutupnya dengan penuh harap. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
