- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Perjuangkan Hak Pendidikan Anak, Salehuddin: Bantuan Pendidikan Harus Tepat Sasaran

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, kembali angkat bicara tentang pentingnya hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama di wilayah terpencil Kaltim.
Dalam diskusi terbaru mengenai tantangan pendidikan di provinsi yang kaya akan sumber daya alam ini, ia menegaskan bahwa akses pendidikan yang layak harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
“Di tahun 2024 ini, kita berupaya meningkatkan beasiswa afirmasi bagi mereka yang tidak mampu,” ucapnya penuh semangat.
Baca Lainnya :
- Rencana Pembangunan Sirkuit di Berau, Harapan Baru bagi Anak Muda dan Wisata Kaltim0
- Dorong Perbaikan Jalan Kubar-Mahulu, DPRD Kaltim Minta Optimalisasi Anggaran0
- Krisis Pendidikan di Kukar, Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah0
- Cegah Perundungan di Sekolah, DPRD Kaltim Tekankan Peran Sekolah dan Orang Tua0
- Dinkes dan PT KPI Beri Makanan Tambahan Pelajar SMP dan SMA se Kota Bontang0
Salehuddin meyakini bahwa pemerataan pendidikan adalah kunci penting untuk memajukan Kaltim. “Ini untuk mendukung kemajuan dan pemerataan pendidikan di Kaltim,” tambahnya.
Saleh, begitu sapaan akrabnya, ia juga menekankan pentingnya data yang akurat dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, bantuan pendidikan akan lebih efektif jika didukung oleh data yang tepat sehingga dapat menjangkau daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan.
Ia pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap penggunaan anggaran di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang mencapai Rp14,7 triliun, namun belum optimal dalam mengatasi masalah pendidikan.
“Sangat disayangkan, Kukar dengan anggaran sebesar itu tidak bisa mengatasi masalah anak-anak yang tidak sekolah. Pemerintah seharusnya bisa meminimalisir jumlah anak putus sekolah,” katanya dengan nada prihatin.
Untuk mencari solusi, Salehuddin mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk duduk bersama dan berdiskusi.
“Permasalahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita perlu berdiskusi, sinkronisasi data, dan menentukan wilayah mana yang benar-benar perlu dibantu,” tegasnya.
Dengan semangat optimisme, Salehuddin berharap 2024 menjadi tahun perubahan nyata bagi pendidikan anak-anak di Kaltim.
“Tahun ini harus jadi tahun perubahan, demi masa depan anak-anak kita,” tutupnya dengan penuh harap. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
