- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Pengolahan Sampah di TPA Libatkan Masyarakat, Jadi Penghasilan Tambahan

ANALOGNEWS.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang melibatkan masyarakat dalam pemilahan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang berada Kelurahan Bontang Lestari.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Bontang Lestari Yuniar mengatakan sampah yang masuk ke TPA akan dikelola oleh masyarakat yang telah terdaftar di TPA.
Sampah yang dipilah oleh masyarakat ialah sampah yang dan dapat digunakan kembali atau yang mempunyai nilai ekonomi.
Baca Lainnya :
- Absen Saat Pandemi, Tradisi Takbir Rumah Kembali Digelar Warga BK0
- Walikota Bontang Keluarkan Surat Edaran Idul Adha Tanpa Sampah Plastik0
- Bos Manchester City Beli Kapal Pesiar, Besarnya Melebihi Etihad Stadium0
- Berikut Jadwal Lebaran Idhul Adha di Arab Saudi0
- Pemkot Bontang Meraih Penghargaan Kalpataru Tingkat Provinsi0
"Sampah yang masuk nantinya akan di kelola oleh pemulung yang sudah terdaftar di TPA untuk tambahan penghasilan meraka," kata Yuniar kepada media ini saat ditemui beberapa waktu lalu.
Adapun sampah jenis-jenis sampah yang dipilah itu seperti, sisa makanan, botol kemasan, plastik koles atau pastikan kresek.dan kardus.
Sampah sisa makanan itu akan diolah menjadi pakan ternak. Sementara, sampah botol akan diolah oleh masyarakat dengan menggunakan alat pencacah dan kemudian dijual.
"Alat pencacah dan pres itu bantuan dari PT Badak untuk masyarakat di sana," ucap Yuniar.
"Mereka juga mengumpulkan kardus bekas lalu di jual ke pengepul yang dekat TPA sini" tambahnya
Untuk TPA sendiri kata dia, mengelola kompos bekerja sama dengan rumah boga, yang dibina PT PKT. "Kami menghasilkan kompos sebulan sebanyak 1,5 ton," tuturnya. (Ar/An)










.jpg)
