- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pelaku Penculik 12 Anak Ditangkap, Korbannya Dilecehkan dan Diajarkan Paham Agama yang Menyimpang
Pelaku merupakan residivis penipuan dan terorisme
Keterangan Gambar : Polisi menangkap pelaku penculikan 12 anak di Jaksel dan Bogor. Pelaku diketahui merupakan residivis kasus penipuan dan terorisme. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
ANALOGNEWS.id - Pelaku penculik anak di wilayah Jabodetabek berhasil ditangkap polisi. Abbi Rizal Afif alias ARA (28) diringkus oleh Tim gabungan Polres Metro Jaksel dan Polres Bogor di kawasan Senayan, Jakarta.
Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, menerangkan, pelaku penculikan beraksi tidak hanya di Jakarta, tapi juga di kawasan Kabupaten Bogor. Karena itu, Satreskrim Polres Jaksel bersama-sama Polres Bogor membentuk tim untuk memburu pelaku.
Polres Bogor sudah satu minggu mencari pelaku, sehingga kami berkoordinasi dengan teman-teman dari Polres Bogor. Artinya pelaku juga melakukan tindak pidana di daerah Bogor," kata dia dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).
Baca Lainnya :
- Jual Potensi RI, Jokowi Temui Bos Google dan Pengusaha Amerika Lainnya di AS0
- Gubernur Pengganti Anies Baswedan Akan Dilantik Oktober0
- Indonesia Melesat ke Urutan Tiga SEA GAMES Hanoi0
- 5 Pj Gubernur Pilihan Jokowi Dilantik Mendagri0
- Anthony Ginting Bawa Indonesia Unggul 1-0 Atas Cina0
Budhi mengatakan, pihaknya berhasil mendeteksi keberadaan pelaku berada di kawasan Senayan.
"Kami duga pelaku ada di Jakarta, sehingga kami dari Bogor datang menelusuri Jakarta. Alhamdulillah di daerah Senayan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polres Metro Jaksel dan Polres Bogor," ujar dia.
Ciri-ciri pelaku sesuai dengan rekaman CCTV di jalan sekitar Pondok Aren dan Bintaro.
Hasil pengembangan ditemukan para korban adalah anak laki-laki dengan rata-rata usia 10-14 tahun. Mereka berasal dari wilayah Bogor, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan.
Kepada para korbannya, pelaku mengaku sebagai aparat polisi yang bertugas sebagai Satgas Covid-19.
"Jadi kalau ada yang melanggar prokes (protokol kesehatan), tidak pakai masker, anak-anak itu ditegur dan dipaksa untuk ikut dan ternyata diculik," ujar Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanudin.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto, menerangkan, anak-anak yang jadi korban penculikan diduga menjadi korban pelecehan seksual. Keterangan itu didapat dari beberapa korban saat diperiksa oleh penyidik.
"Keterangan korban sempat dipaksa melakukan sesuatu untuk yang mohon maaf di luar batas normal," kata Budhi.
Budhi mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan tim psikolog dari polres maupun Polda Metro Jaya guna mengembalikan kondisi psikologi korban.
"Tentunya akan kita lakukan trauma healing. Karena berdasarkan keterangan anak ini yang disampaikan kepada kami dia sempat dipaksa melakukan satu hal yang tidak baik dan itu harus cepat kita hilangkan jangan sampai itu membekas sampai anak ini dewasa," papar Budhi.
Pelaku juga turut menanamkan benih kebencian terhadap anak-anak yang diculik. Proses penanaman kebencian dilakukan saat anak-anak berada di bawah kekuasaannya dan sudah diamankan di suatu tempat.
"Ada upaya-upaya untuk menanamkan kebencian terhadap pemerintah," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin.
Tidak hanya kebencian terhadap pemerintah, penculik ini juga turut mengajarkan anak-anak yang masih di bawah umur ini pemahaman agama yang menyimpang.
"Kemudian diberikan pemahaman-pemahaman yang keliru tentang agama oleh yang bersangkutan kepada para korban tersebut. Ya dia sebutkan misalnya ayat ini ayat ini kan, tapi dia berikan dengan sudut pandang yang keliru bagi para korban ini," ucap Iman. (*)
Sumber : Liputan6










.jpg)
