- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Indonesia Melesat ke Urutan Tiga SEA GAMES Hanoi

Keterangan Gambar : Pesilat Indonesia Riska Hermawan (kiri) dan Ririn Rinasih (kanan) berpose dengan medali emasnya yang diraih pada final Seni Ganda Putri Pencak Silat SEA Games 2021 Vietnam di Bac Tu Liem Sport Center, Hanoi, Rabu (11/5/2022). Pesilat Indonesia Riska dan Ririn berhasil meraih emas setalah mengalahkan tim pesilat Vietnam . ANTARA FOTO/Zabur Karuru
ANALOGNEWS.id - Kontingen Merah Putih berhasil mendulang tiga medali emas pada perhelatan pesta olahraga multicabang dua tahunan Asia Tenggara, SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam. Ketiga emas Indonesia diperoleh dari pertandingan yang digelar Rabu (11/5/2022) dari dua cabang, dayung dan pencak silat. Emas pembuka dipersembahkan duo pedayung, Kakan Rusmana dan Ardi Isadi yang berlomba pada final nomor lightweight double sculls putra.
Kakan-Ardi yang start dari lintasan nomor dua mencatat waktu tercepat di garis akhir, tujuh menit 1,385 detik. Mereka mengalahkan Filipina dan tuan rumah yang masing-masing berbagi perak dan perunggu.
Kesuksesan Kakan-Ardi memberi energi bagi La Memo dan Sulpianto yang turun di final nomor double sculls putra. Memo, pedayung kelahiran 8 Januari 1995 dan pernah tampil di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, berhasil membantu rekannya Sulpianto mengayuh perahu mereka paling cepat menyentuh finish. Keduanya menyisihkan Thailand dan Vietnam yang membawa pulang perak dan perunggu dalam lomba adu cepat sejauh 2.000 meter.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa Aksi Peringati Tragedi Trisakti 12 Mei 19980
- Wartawan Al Jazeera Tewas Ditembak Tentara Israel0
- Orangtuanya Dituding Anut Aliran Sesat, Ini Kata Atta Halilintar0
- Ketinggalan Pesawat di Turki, Ruben Onsu Salahkan Pihak Maskapai 0
- Libur Sekolah Diperpanjang Hingga 12 Mei Untuk Mengurai Kemacetan Arus Balik0
Hasil di Hanoi ini menjadi emas ketiga yang diperoleh Memo pada nomor spesialisasinya tersebut selama membela Indonesia di SEA Games. Pada SEA Games 2015 di Singapura, atlet asal Maluku itu merebut dua emas dari nomor single sculls 500 meter dan 1.000 meter. Perebut dua emas PON 2021 Papua ini juga merebut perak pada Asian Games 2018 dari nomor quadruple sculls.
Keberhasilan di sektor putra belum mampu diikuti para pedayung putri. Kuartet Dewi Purwanti, Maslin Efrilia, Annisa Meilani Yahya, dan Puteri Agni Anugerah baru mampu memboyong perak setelah dikalahkan Vietnam di final nomor quadruple sculls putri. Tambahan perak juga dihasilkan dari final coxless four putri lewat Syiva Lisdiana, Aisyah Nabila, Julianti, dan Chelsea Corputty.
Capaian dua emas dayung ikut merembet ke matras pencak silat ketika pasangan Riska Hermawan/Ririn Rinasih sukses merebut nilai tertinggi pada final nomor seni ganda putri. Dalam pertandingan yang digelar di Bac Tu Liem Gymnasium, Riska/Ririn mengalahkan pasangan tuan rumah, Nguyen Thi Thu Ha/Nguyen Thi Huyen dengan skor tipis 9.955 berbanding 9.925.
Dua wakil Indonesia lainnya yang turun di dua nomor final lainnya hanya mampu menyumbang perak. Di final nomor seni beregu/trio putra, Anggi Faisal Mubarok, Asep Yuldan Sani, dan Nunu Nugraha harus mengakui keunggulan Thailand yang merebut emas.
Sedangkan di nomor final seni tunggal putri, secara mengejutkan juara dunia 2016 dan juara Asian Games 2018 Puspa Arum Sari kalah tipis dalam pengumpulan skor dibandingkan pesilat Filipina, Mary Francine Padios. Puspa harus puas dengan perak setelah mendapat skor 9.945 dan Padios dengan 9.960.
Di cabang pencak silat pada Rabu (11/5/2022) telah menyelesaikan seluruh nomor seni di mana enam emas dibagi rata kepada enam negara. Selanjutnya cabang beladiri asli Indonesia ini akan memulai nomor tanding, Jumat (13/5/2022). (*)










.jpg)
