- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Pedagang Pasar Loktuan Keluhkan Pengunjung Sepi, Agus Haris Sebut Lokasi Tidak Strategis

Keterangan Gambar : Agus Haris, Ketua DPRD Kota Bontang, Kalimantan Timur
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Agus Haris buka suara soal keluhan sejumlah pedagang Pasar Taman Citra Loktuan.
Agus Haris mengatakan persoalan tersebut perlu dikaji kembali untuk menindaklanjuti keluhan pedagang soal sepinya pembeli yang datang ke pasar untuk berbelanja.
Dia menyebut harus ada evaluasi secara komprehensif untuk mencari jalan keluar.
Baca Lainnya :
- Suku Awyu dan Suku Moi Berjuang Selamatkan Tanah Adat Papua0
- Pemerintah Kota Bontang Hadiri Halal Bi Halal IKMB0
- Wakil Wali Kota Bontang Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan PAUD Terpadu Kuncup Melati PIKA PKT0
- Wali Kota Bontang Hadiri Halal Bi Halal dan Pengukuhan Pengurus Majelis Talim Ratu Zaleeha0
- Pemerintah Kota Bontang Peringati Hari Lahir Pancasila dengan Upacara Bendera0
"Karena memang pasca dipindahkan tidak ketemu kepentingan ekonomi antara penjual dan pembeli," kata Agus Haris, Selasa (4/6/2026).
Dia bilang, kepentingan antara pedagang dan pembeli harus dimasukkan dalam dasar kajian untuk menemukan titik temu antar dia kepentingan tersebut.
Agus Haris juga mengatakan, lokasi pasar yang kurang strategis menjadi sebab masyarakat enggan datang untuk berbelanja.
"Kalau saya ditanyak, pasti akan saya kembalikan ke lokasi sebelumnya tapi tetap melalui prosedur yang semestinya," tambahnya.
Menurutnya, persoalan ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, sebab perputaran ekonomi di pasar cukup menjanjikan bagi para pelaku usaha baik usaha kering maupun usaha basah.
"Tempat yang tidak representative itu pasti pembeli malas datang, kalau saya pasti berpikir bagaimana cara kembalikannya," singkat Agus. (An)










.jpg)
