- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pedagang Pasar Loktuan Keluhkan Pengunjung Sepi, Agus Haris Sebut Lokasi Tidak Strategis

Keterangan Gambar : Agus Haris, Ketua DPRD Kota Bontang, Kalimantan Timur
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Agus Haris buka suara soal keluhan sejumlah pedagang Pasar Taman Citra Loktuan.
Agus Haris mengatakan persoalan tersebut perlu dikaji kembali untuk menindaklanjuti keluhan pedagang soal sepinya pembeli yang datang ke pasar untuk berbelanja.
Dia menyebut harus ada evaluasi secara komprehensif untuk mencari jalan keluar.
Baca Lainnya :
- Suku Awyu dan Suku Moi Berjuang Selamatkan Tanah Adat Papua0
- Pemerintah Kota Bontang Hadiri Halal Bi Halal IKMB0
- Wakil Wali Kota Bontang Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan PAUD Terpadu Kuncup Melati PIKA PKT0
- Wali Kota Bontang Hadiri Halal Bi Halal dan Pengukuhan Pengurus Majelis Talim Ratu Zaleeha0
- Pemerintah Kota Bontang Peringati Hari Lahir Pancasila dengan Upacara Bendera0
"Karena memang pasca dipindahkan tidak ketemu kepentingan ekonomi antara penjual dan pembeli," kata Agus Haris, Selasa (4/6/2026).
Dia bilang, kepentingan antara pedagang dan pembeli harus dimasukkan dalam dasar kajian untuk menemukan titik temu antar dia kepentingan tersebut.
Agus Haris juga mengatakan, lokasi pasar yang kurang strategis menjadi sebab masyarakat enggan datang untuk berbelanja.
"Kalau saya ditanyak, pasti akan saya kembalikan ke lokasi sebelumnya tapi tetap melalui prosedur yang semestinya," tambahnya.
Menurutnya, persoalan ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, sebab perputaran ekonomi di pasar cukup menjanjikan bagi para pelaku usaha baik usaha kering maupun usaha basah.
"Tempat yang tidak representative itu pasti pembeli malas datang, kalau saya pasti berpikir bagaimana cara kembalikannya," singkat Agus. (An)










.jpg)
