- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pedagang Pasar Loktuan Keluhkan Pengunjung Sepi, Agus Haris Sebut Lokasi Tidak Strategis

Keterangan Gambar : Agus Haris, Ketua DPRD Kota Bontang, Kalimantan Timur
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Agus Haris buka suara soal keluhan sejumlah pedagang Pasar Taman Citra Loktuan.
Agus Haris mengatakan persoalan tersebut perlu dikaji kembali untuk menindaklanjuti keluhan pedagang soal sepinya pembeli yang datang ke pasar untuk berbelanja.
Dia menyebut harus ada evaluasi secara komprehensif untuk mencari jalan keluar.
Baca Lainnya :
- Suku Awyu dan Suku Moi Berjuang Selamatkan Tanah Adat Papua0
- Pemerintah Kota Bontang Hadiri Halal Bi Halal IKMB0
- Wakil Wali Kota Bontang Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan PAUD Terpadu Kuncup Melati PIKA PKT0
- Wali Kota Bontang Hadiri Halal Bi Halal dan Pengukuhan Pengurus Majelis Talim Ratu Zaleeha0
- Pemerintah Kota Bontang Peringati Hari Lahir Pancasila dengan Upacara Bendera0
"Karena memang pasca dipindahkan tidak ketemu kepentingan ekonomi antara penjual dan pembeli," kata Agus Haris, Selasa (4/6/2026).
Dia bilang, kepentingan antara pedagang dan pembeli harus dimasukkan dalam dasar kajian untuk menemukan titik temu antar dia kepentingan tersebut.
Agus Haris juga mengatakan, lokasi pasar yang kurang strategis menjadi sebab masyarakat enggan datang untuk berbelanja.
"Kalau saya ditanyak, pasti akan saya kembalikan ke lokasi sebelumnya tapi tetap melalui prosedur yang semestinya," tambahnya.
Menurutnya, persoalan ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, sebab perputaran ekonomi di pasar cukup menjanjikan bagi para pelaku usaha baik usaha kering maupun usaha basah.
"Tempat yang tidak representative itu pasti pembeli malas datang, kalau saya pasti berpikir bagaimana cara kembalikannya," singkat Agus. (An)










.jpg)
