- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Luhut Binsar Pandjaitan Bocorkan BBM Penggantinya Pertalite
.jpg)
Keterangan Gambar : Ilustrasi
ANALOGNEWS.id - PT Pertamina berencana menghapus Pertalite dan digantikan dengan bahan bakar jenis Bioetanol. Kabar ini bocor dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut mengungkapkan bahwa ambisi pemerintah adalah mencampurkan bahan bakar minyak fosil dengan sari tumbuh-tumbuhan untuk membuat bioetanol, dengan tujuan menekan penggunaan bahan baku dari minyak fosil.
Luhut tidak menutup kemungkinan Pertalite diganti dengan BBM jenis bioetanol. Selain untuk mengurangi penggunaan minyak fosil, penggantian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kandungan oktan agar lebih ramah lingkungan.
Baca Lainnya :
- May Day, Pemkab dan DPRD Kutim Kompak Temui Ratusan Buruh 0
- Ketua DPRD Kutim Sorot Infrastruktur dan Fasilitas Pendidikan di Peringatan Hardiknas 20240
- Bupati Edi Damansyah Apresiasi Kontribusi Kelompok Wanita Tani Kukar0
- Bupati Edi Dorong Keterlibatan Kelompok Wanita Tani dalam Membangun Ketahanan Pangan di Kukar0
- Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin Dorong Kreativitas UMKM untuk Ekspansi Pasar0
"Harus ke sana larinya,” ujar Luhut dalam acara Jakarta Future Forum: Blue Horizons, Green Growth, dikutip Antaranews, Minggu 4 Mei 2024.
Luhut menjelaskan bahwa ada banyak alternatif tumbuhan di Indonesia yang dapat diambil sari-sarinya untuk dijadikan etanol sebagai campuran bahan bakar, termasuk jagung, tebu, atau bahkan dari rumput laut.
Meskipun Pertalite akan digantikan dengan bioetanol yang memiliki oktan lebih tinggi, pemerintah berusaha menyediakan subsidi dan memperbaiki sistem penerimaan BBM tersebut agar lebih tepat sasaran.
"Ya, tetap subsidi. Lagi kami hitung, supaya begini, targetnya yang kami subsidi adalah orang yang pantas disubsidi," tuturnya.
Pertamina telah merencanakan sejak tahun lalu bahwa Pertalite RON 90, yang masuk kategori BBM subsidi, akan digantikan dengan Pertamax Green 92 yang memiliki kandungan oktan lebih tinggi.
Munculnya wacana penghapusan Pertalite awalnya diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI tahun lalu.
Menurutnya, tujuan mengganti Pertalite untuk meningkatkan kadar oktan sudah sesuai dengan aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), agar lebih ramah lingkungan meskipun statusnya subsidi.
“BBM subsidi kita naikkan dari RON 90 ke RON 92, karena aturan KLHK oktan number yang boleh dijual di Indonesia minimum 91," ujar Nicke. (*)










.jpg)
