- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ketua PBNU Minta Partai Tak Eksploitasi Nahdlatul Ulama untuk Politik

Keterangan Gambar : Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf
ANALOGNEWS.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan organisasi massa Islam itu bukan untuk partai politik tertentu, melainkan untuk seluruh bangsa.
Dia pun meminta partai politik tak mengeksploitasi NU untuk kepentingan politik identitas menjelang Pemilu 2024.
"Saya ingin sampaikan disini bahwa kami tidak mau dan memohon parpol jangan pakai politik identitas, terutama identitas agama, termasuk identitas NU," kata Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Senin, 23 Mei 2022.
Baca Lainnya :
- Turki Tolak Swedia dan Finlandia Gabung NATO, Kenapa?0
- Arab Saudi Larang Warganya Kunjungi 16 Negara, Termasuk Indonesia0
- Jokowi Beri Tugas Khusus Luhut Untuk Urus Minyak Goreng0
- Corona Pergi, Cacar Monyet Muncul. Telah Tersebar di 12 Negara0
- Gubernur Pengganti Anies Baswedan Akan Dilantik Oktober0
Yahya Staquf mengatakan tidak boleh mengeksploitasi identitas NU untuk politik. "NU ini untuk seluruh bangsa," ujar dia.
Permintaan itu ditujukan bukan hanya untuk parpol tertentu saja, melainkan kepada semua parpol yang memanfaatkan politik identitas untuk kepentingan tertentu.
Dia mengimbau parpol tidak menggunakan NU sebagai senjata dalam konstelasi politik; karena jika hal itu terus dilakukan, maka dikhawatirkan menjadi politik tidak sehat.
"Semuanya, untuk semua partai. Jadi, NU itu enggak boleh digunakan sebagai senjata untuk kompetisi politik, karena kalau kami biarkan terus begini, ini tidak sehat," katanya.
Meski pernyataan Yahya tak menyinggung PKB, namun sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengunggah gambar kaus bertuliskan, 'Warga NU Kultural wajib ber-PKB, Struktural NU Sak karepmu' di media sosial pribadinya.
Wakil Sekjen PBNU Imron Rosyadi Hamid mengatakan sikap Muhaimin itu semakin merenggangkan hubungan PKB dengan PBNU.
"Muhaimin Iskandar telah memperluas persinggungan dengan pimpinan NU," ujar Imron saat dihubungi Tempo, Rabu, 18 Mei 2022.
Soal dugaan renggangnya hubungan PBNU dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yahya Staquf menegaskan dirinya tak pernah menyatakan apa pun yang bisa memberi pengaruh negatif terhadap PKB.
"Kami kan nggak ngapa-ngapain. Kami kan nggak melakukan apa-apa. Saya tidak memberikan pernyataan apa pun yang katakanlah berisi negatif (bagi) siapa pun, apalagi PKB. Kalau ada mengatakan renggang, ya mereka yang merenggangkan diri," ujarnya.
Sumber : Tempo










.jpg)
