- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ketua DPRD Kutai Timur Soroti Lambatnya Progres 24 Proyek Multi Years

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kutai Timur, Joni
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Hingga Mei 2024, dari total 24 proyek multi years yang dilaksanakan di Kutai Timur, belum ada yang selesai. Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, mengungkapkan kekhawatirannya terkait lambatnya penyelesaian proyek-proyek tersebut dan dampaknya terhadap anggaran daerah.
Joni, yang merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menilai bahwa pemerintah daerah belum maksimal dalam pemanfaatan anggaran untuk pembangunan. Ia mencatat bahwa puluhan paket pekerjaan, yang dimulai sejak tahun 2023 dengan total nilai mencapai Rp 4,483 triliun, masih jauh dari target penyelesaian. Banyak di antaranya bahkan belum mencapai 50 persen kemajuan.
“Minimnya kesiapan kontraktor atau pihak ketiga, seperti pengadaan Batching Plant, mobilisasi alat berat, dan ketersediaan material konstruksi, menjadi kendala utama. Ini jelas menghambat proses pengerjaan proyek,” kata Joni kepada awak media.
Baca Lainnya :
- Pengesahan APBD Perubahan 2024 Dijadwalkan Agustus, Pendapatan Diproyeksi Naik Signifikan0
- DPRD Apresiasi Pembangunan Infrastruktur Jalan oleh Pemkab Kutai Timur0
- Ketua DPRD Kutai Timur Ajak Masyarakat Waspada Hoaks Menjelang Pilkada 20240
- Dorongan Pengembangan Bandara Uyang Lahai untuk Tingkatkan Akses dan Ekonomi Kutai Timur0
- Pemerintah Daerah Kutai Timur Dapat Gunakan APBD untuk Pembangunan Perumahan0
Ia menambahkan bahwa perusahaan yang mengerjakan proyek-proyek tahun jamak tersebut masih berutang pada Pemkab Kutim. “Perusahaan atau kontraktor ini sudah banyak menarik uang untuk pekerjaan, namun progresnya masih sangat kurang. Ini menjadi masalah besar,” tegas Joni.
Sebagai langkah tindak lanjut, Joni berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke semua lokasi proyek multi years. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai langsung progres dan kondisi lapangan proyek-proyek tersebut.
Jelang penyusunan Rancangan APBD Perubahan 2024, DPRD Kutim juga berencana memanggil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Tujuannya adalah memastikan bahwa anggaran yang dirancang sesuai dengan kondisi riil proyek-proyek yang ada.
“Jika pemerintah masih memaksa untuk meminta anggaran tambahan, kami akan membuat perjanjian. Kalau masalah ini tidak diselesaikan, pihak yang dirugikan adalah pemerintah dan pada akhirnya masyarakat juga akan terdampak,” ungkap Joni. (Adv)

Views: 910










.jpg)
