- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Kemacetan di SPBU Jalan Pendidikan Jadi Sorotan, Dewan Desak Penertiban Segera

Keterangan Gambar : Foto: Anggota DPRD Kutai Timur, Fitriyani. (ist)
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Antrean panjang kendaraan di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Pendidikan memicu perhatian serius dari DPRD Kutai Timur. Pemandangan antrean yang menjalar hingga menimbulkan kemacetan ini sudah menjadi keluhan sehari-hari bagi masyarakat dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Fitriyani, Anggota DPRD Kutai Timur, tidak menutup mata terhadap masalah ini. Dalam beberapa bulan terakhir, ia bersama anggota legislatif lainnya telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi tersebut. Sayangnya, meskipun sempat mereda, kondisi kembali seperti semula hanya sepekan setelah Sidak.
“Kami sudah berulang kali melakukan Sidak, tapi sepekan setelahnya, kemacetan kembali lagi seperti sebelumnya,” kata Fitriyani saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Menurutnya, aparat setempat memiliki tanggung jawab utama dalam penindakan dan pengamanan. Ia menekankan pentingnya ketegasan dalam pelaksanaan penertiban untuk mencegah antrean panjang yang berujung pada kemacetan lalu lintas.
“Pengamanannya harus tegas. Aparat setempat perlu melaksanakan penertiban dengan konsisten agar tidak terjadi antrean panjang yang menyebabkan kemacetan,” tegas Fitriyani.
Fitriyani juga mengajak semua pihak terkait untuk segera mengambil tindakan. Menurutnya, jika semua pihak menjalankan peran masing-masing, kemacetan bisa segera diatasi dan lalu lintas pun akan kembali lancar.
Selain menyoroti peran aparat keamanan, Fitriyani juga mempertanyakan tanggung jawab Pertamina dan pemilik SPBU terkait minimnya kuota bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi faktor utama antrean panjang tersebut.
“Perlu ditanyakan ke pihak Pertamina, apakah kuota BBM dikurangi atau tidak? Jika memang kuotanya dikurangi, kita harus tahu kenapa,” ucap Fitriyani yang juga merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dengan segala sorotan ini, harapannya adalah agar semua pihak, baik aparat keamanan, Pertamina, maupun pemilik SPBU, bisa segera berkolaborasi untuk mencari solusi. Mengatasi antrean panjang ini tidak hanya akan membantu kelancaran lalu lintas, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengendara yang sehari-hari melewati Jalan Pendidikan. (Adv)

Baca Lainnya :
- Wali Kota Bontang Hadiri Malam Gala Dinner Rakernas XVII APEKSI 2024 di Balikpapan0
- Meski Kurang Tiga Ribu Data, Tim Basri-Dhihin Yakin Lolos Verifikasi KPU0
- 239 Pejabat Fungsional Dilantik, Prof Zudan: Menitilah Karir Dengan Lebih Terfokus0
- Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Tertinggi Kelima Nasional, Sekprov Apresiasi Kolaborasi OPD dan Stakehold0
- Pemprov Sulbar Gelar Exit Meeting, Tanda Usainya Pemeriksaan Interen BPK0
Views: 723










.jpg)
