- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Kelurahan Melayu Ambil Langkah Serius Atasi Stunting

Keterangan Gambar : Foto: Lurah Melayu, Aditiya Rakhman.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Kelurahan Melayu di Tenggarong mengambil langkah serius dalam menghadapi masalah stunting yang berdampak pada anak-anak di wilayahnya.
Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan kualitas gizi sebagai upaya utama dalam strategi kesehatan masyarakat.
Pada Kamis 21 Maret 2024, Aditiya menyatakan kesiapannya untuk berupaya memastikan bahwa setiap balita yang datang ke Posyandu mendapatkan asupan gizi yang cukup dan pemantauan yang konstan.
Baca Lainnya :
- Desa Loh Sumber akan Adakan Turnamen Bola Voli0
- Sambut IKN, Pemkab Kukar Fokus Tingkatkan Infrastruktur di Loa Kulu0
- Edi Damansyah Buka Kegiatan Festival Kreatif Pemuda Ramadan 20240
- Siapa Penerima Zakat? Berikut 8 Golongan yang Berhak0
- Solihin Jabat Plt Kepala Diskominfo Kukar0
Hal Ini merupakan bagian dari inisiatif kelurahan untuk memperkuat fungsi Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat.
Kelurahan Melayu juga telah mengajukan proposal ke DPMD untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), yang diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan bagi anak-anak yang berisiko stunting.
Aditiya berharap program ini akan membantu meningkatkan status gizi anak-anak di wilayahnya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan stunting.
“Jangan malu ketika ada salah satu anak atau keluarga yang terdata sebagai penderita stunting. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat, khususnya anak-anak, agar kadar gizi mereka sesuai,” tutur Aditiya.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Kelurahan Melayu untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Tenggarong, dengan harapan dapat menurunkan angka stunting secara signifikan di masa depan. (Adv)










.jpg)
