- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Kelurahan Melayu Ambil Langkah Serius Atasi Stunting

Keterangan Gambar : Foto: Lurah Melayu, Aditiya Rakhman.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Kelurahan Melayu di Tenggarong mengambil langkah serius dalam menghadapi masalah stunting yang berdampak pada anak-anak di wilayahnya.
Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan kualitas gizi sebagai upaya utama dalam strategi kesehatan masyarakat.
Pada Kamis 21 Maret 2024, Aditiya menyatakan kesiapannya untuk berupaya memastikan bahwa setiap balita yang datang ke Posyandu mendapatkan asupan gizi yang cukup dan pemantauan yang konstan.
Baca Lainnya :
- Desa Loh Sumber akan Adakan Turnamen Bola Voli0
- Sambut IKN, Pemkab Kukar Fokus Tingkatkan Infrastruktur di Loa Kulu0
- Edi Damansyah Buka Kegiatan Festival Kreatif Pemuda Ramadan 20240
- Siapa Penerima Zakat? Berikut 8 Golongan yang Berhak0
- Solihin Jabat Plt Kepala Diskominfo Kukar0
Hal Ini merupakan bagian dari inisiatif kelurahan untuk memperkuat fungsi Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat.
Kelurahan Melayu juga telah mengajukan proposal ke DPMD untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), yang diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan bagi anak-anak yang berisiko stunting.
Aditiya berharap program ini akan membantu meningkatkan status gizi anak-anak di wilayahnya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan stunting.
“Jangan malu ketika ada salah satu anak atau keluarga yang terdata sebagai penderita stunting. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat, khususnya anak-anak, agar kadar gizi mereka sesuai,” tutur Aditiya.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Kelurahan Melayu untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Tenggarong, dengan harapan dapat menurunkan angka stunting secara signifikan di masa depan. (Adv)










.jpg)
