- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Kelurahan Melayu Ambil Langkah Serius Atasi Stunting

Keterangan Gambar : Foto: Lurah Melayu, Aditiya Rakhman.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Kelurahan Melayu di Tenggarong mengambil langkah serius dalam menghadapi masalah stunting yang berdampak pada anak-anak di wilayahnya.
Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan kualitas gizi sebagai upaya utama dalam strategi kesehatan masyarakat.
Pada Kamis 21 Maret 2024, Aditiya menyatakan kesiapannya untuk berupaya memastikan bahwa setiap balita yang datang ke Posyandu mendapatkan asupan gizi yang cukup dan pemantauan yang konstan.
Baca Lainnya :
- Desa Loh Sumber akan Adakan Turnamen Bola Voli0
- Sambut IKN, Pemkab Kukar Fokus Tingkatkan Infrastruktur di Loa Kulu0
- Edi Damansyah Buka Kegiatan Festival Kreatif Pemuda Ramadan 20240
- Siapa Penerima Zakat? Berikut 8 Golongan yang Berhak0
- Solihin Jabat Plt Kepala Diskominfo Kukar0
Hal Ini merupakan bagian dari inisiatif kelurahan untuk memperkuat fungsi Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat.
Kelurahan Melayu juga telah mengajukan proposal ke DPMD untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), yang diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan bagi anak-anak yang berisiko stunting.
Aditiya berharap program ini akan membantu meningkatkan status gizi anak-anak di wilayahnya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan stunting.
“Jangan malu ketika ada salah satu anak atau keluarga yang terdata sebagai penderita stunting. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat, khususnya anak-anak, agar kadar gizi mereka sesuai,” tutur Aditiya.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Kelurahan Melayu untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Tenggarong, dengan harapan dapat menurunkan angka stunting secara signifikan di masa depan. (Adv)










.jpg)
