Jamaludin Dorong Petani Proaktif Atasi Masalah Keasaman Tanah

By Redaksi 15 Mei 2025, 16:16:40 WIB DPRD PPU
Jamaludin Dorong Petani Proaktif Atasi Masalah Keasaman Tanah

Keterangan Gambar : Jamaludin Dorong Petani Proaktif Atasi Masalah Keasaman Tanah


ANALOGNEWS.id, PPU - Isu keasaman tanah masih menjadi salah satu tantangan serius dalam dunia pertanian di Penajam Paser Utara (PPU). Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) PPU, tercatat sebanyak 5.132 hektare lahan pertanian di daerah ini memiliki kadar keasaman tinggi dengan pH tanah berkisar antara 3 hingga 4.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada menurunnya daya serap tanaman terhadap unsur hara penting.

Menanggapi persoalan ini, Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaludin, menyarankan agar para petani lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi dampak negatif dari tanah dengan pH rendah.

Baca Lainnya :

"Masalah keasaman tanah ini sudah berlangsung lama, terutama di kawasan rawa. Pemda juga sudah berupaya menyediakan pupuk antasam setiap tahun untuk membantu menormalkan kondisi tanah," kata Jamaludin. 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program penanggulangan keasaman tanah sangat bergantung pada keterlibatan petani dan pengawasan di tingkat lapangan. Tanpa komunikasi yang intens antara petani dan penyuluh, berbagai bantuan yang tersedia bisa tidak tepat sasaran.

"Petani harus membangun komunikasi yang intens dengan penyuluh. Masalah di lapangan tidak akan terselesaikan jika hanya menunggu. Perlu ada inisiatif dari petani untuk melaporkan kondisi sebenarnya," tegasnya.

Jamaludin menambahkan bahwa DPRD PPU berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, terutama dalam hal penguatan anggaran. Jika diperlukan, DPRD siap mengalokasikan tambahan anggaran melalui pokok-pokok pikiran (pokir) untuk pengadaan pupuk antasam dan program strategis lainnya.

"Kami akan terus memperjuangkan kebutuhan pertanian dalam pembahasan anggaran. Sektor ini vital bagi ketahanan pangan daerah, sehingga tidak boleh dibiarkan stagnan," pungkasnya. (*) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.