- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Firnadi Ikhsan Serap Aspirasi Peternak Kukar

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKS, Firnadi Ikhsan. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA — Masa reses DPRD Kalimantan Timur dimanfaatkan anggota Fraksi PKS, Firnadi Ikhsan, untuk menyerap aspirasi peternak di enam desa Kecamatan Tenggarong Seberang dan Sebulu, Kutai Kartanegara, yang mengusulkan bantuan bibit sapi, sawit, serta pembentukan koperasi peternakan.
Kegiatan reses yang berlangsung pada 3–10 Juli 2025 ini dipusatkan di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang. Dalam pertemuan tersebut, berbagai kebutuhan disampaikan masyarakat, khususnya terkait penguatan sektor peternakan dan perkebunan yang menjadi tumpuan ekonomi warga desa.
“Saya mendapat usulan dari para peternak untuk diberikan anakan sapi untuk digemukkan, dan permintaan bibit sawit unggul yang siap tanam,” ungkap Firnadi saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (7/7/2025).
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Desak Solusi Konkret Atasi Krisis Dokter di Daerah Terpencil0
- Warga Graha Indah Desak Perbaikan Infrastruktur dan Air Bersih0
- Sapto Setyo Pramono Serap Aspirasi Warga Sungai Dama0
- Jahidin Tampung Keluhan Infrastruktur saat Reses di Samarinda Ilir0
- Agusriansyah Soroti Program Sekolah Garuda: Jangan Cuma Jadi Pencitraan0
Selain itu, para peternak mengusulkan pembentukan koperasi sebagai wadah kelembagaan untuk mendukung program penggemukan sapi. Mereka berharap koperasi dapat menjadi sarana yang memudahkan akses bantuan, pemasaran, hingga keberlanjutan usaha.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, mulai dari prosedur pengajuan bantuan ternak hingga saran pembinaan dari pemerintah. Salah satunya datang dari Haji Juman, pemilik Lestari Farm, yang mengusulkan adanya dukungan berkelanjutan terhadap penggemukan sapi rakyat.
“Dengan koperasi, hasil penjualan bisa ditabung untuk beli bibit anakan sapi baru. Jadi usaha terus berputar,” jelas Firnadi, legislator dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara.
Ia menyebutkan bahwa program penggemukan sapi sangat cocok dengan kondisi wilayah Kukar, yang memiliki potensi besar di bidang peternakan. Untuk memperkuat kelembagaan, Firnadi menyarankan dua kelompok dalam satu desa, atau antar desa, membentuk koperasi bersama.
“Dua kelompok dalam satu desa, atau antar desa bisa bergabung dalam satu koperasi. Ini akan jadi fondasi kelembagaan agar usaha ternak bisa mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih dari sekadar mendongkrak ekonomi desa, Firnadi menekankan bahwa program ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia berharap, dengan meningkatnya produksi lokal, Kalimantan Timur tak lagi bergantung pada pasokan daging dari luar.
Peternakan rakyat yang dikelola secara kolektif melalui koperasi dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi desa, berbasis pada kekuatan lokal dan kebersamaan masyarakat. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
