Firnadi Dukung Jalur Sungai untuk Angkutan Tambang: Jalan Umum Harus Kembali untuk Rakyat

By Redaksi 01 Jul 2025, 17:57:56 WIB DPRD Kaltim
Firnadi Dukung Jalur Sungai untuk Angkutan Tambang: Jalan Umum Harus Kembali untuk Rakyat

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan. (Foto: Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan, menyambut baik usulan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, untuk memindahkan jalur angkutan tambang dari jalan darat ke jalur sungai. Menurutnya, langkah ini merupakan solusi rasional atas kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Firnadi menegaskan bahwa infrastruktur jalan umum dibangun dengan dana rakyat dan semestinya dinikmati oleh rakyat, bukan justru dirusak oleh kendaraan industri bertonase besar seperti truk tambang dan angkutan sawit.

“Jalan itu dibangun untuk rakyat, bukan untuk rusak karena kendaraan tambang. Jadi kalau usulan jalur sungai ini bisa direalisasikan, kami sangat mendukung,” ujar Firnadi.

Baca Lainnya :

Ia menyebut, usulan ini sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan jalan umum terbebas dari beban berat kendaraan industri. Pemanfaatan jalur sungai, menurutnya, adalah opsi paling logis untuk mengurangi kerusakan jalan yang terus berulang setiap tahun.

Lebih lanjut, Firnadi mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya telah mencoba dua pendekatan untuk mengatasi masalah ini, namun belum memberikan hasil optimal. Pertama, pembatasan tonase kendaraan yang tidak bertahan lama karena lemahnya pengawasan. Kedua, regulasi tentang jalur khusus angkutan tambang dan sawit yang hingga kini belum terealisasi di lapangan.

“Dua pendekatan itu sudah pernah dicoba, tapi faktanya tidak efektif. Maka, jika sekarang wacananya beralih ke sungai, kita tunggu konsep dan implementasinya seperti apa,” tegasnya.

Meski dinilai sebagai langkah ideal, Firnadi tetap mengingatkan bahwa pengalihan jalur ke sungai tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah potensi konflik lalu lintas air dan dampak sosial terhadap masyarakat bantaran sungai.

“Kita perlu konsep yang matang. Jangan sampai memindahkan masalah dari darat ke air. Pemerintah harus menjelaskan secara teknis dan transparan, termasuk bagaimana tanggapan dari pelaku industri tambang,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh pihak dapat duduk bersama menyusun rencana yang benar-benar terukur dan bisa dijalankan. Menurutnya, pelajaran dari kegagalan kebijakan sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dan berpihak pada rakyat.

“Semua pihak harus dilibatkan. Jangan sampai kebijakan ini hanya jadi wacana tanpa implementasi. Kita butuh langkah nyata yang benar-benar pro-rakyat,” pungkas Firnadi. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.