Film Karya Putra Daerah Tayang Perdana, Bupati Kukar Beri Dukungan Penuh

By Redaksi 30 Agu 2022, 21:27:30 WIB Hiburan
Film Karya Putra Daerah Tayang Perdana, Bupati Kukar Beri Dukungan Penuh

ANALOGNEWS.id - Dunia perfilman di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mulai mengepakkan sayapnya untuk bersaing di kanca nasional.

Film yang diproduksi dan diperankan oleh putaran daerah yang berjudul "Layar Retak Untuk Mau" telah diputar secara perdana di ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Minggu (28/8/2022).

Film ini, bercerita tentang perjuangan Kabupaten Kukar ketika awal dihadapi wabah Covid-19 pada tahun 2020. Dengan karakter utama May, yang diperankan Aqila Yumi Yulian Putri dan ayahnya, Suriansyah yang diperankan Akhmad Yimi Arisandi Jimbo. Film ini memvisualisasikan perjuangan seorang rakyat kalangan bawah hingga keatas ketika menghadapi kesulitan pandemi pada kala itu

Baca Lainnya :

Pemutaran film ini ditandai penekan Papan Take Gambar (Clapper Board) oleh Bupati Edi. Serta penyerahan bingkai foto film rayar retak untuk may yang diserahkan oleh Executive Produser Film Layar Retak Untuk May, Akbar Haka kepada Bupati Edi, Sekda Kukar Sunggono, Kadis Kesehatan Kukar Martina Yulianti, dan Sutradara film tersebut. 

Edi, mengatakan berbicara ekonomi kreatif di Kukar pada 2020 sudah disusun Peta Jalan (Roadmap) ekonomi kreatif Kukar namun masih di 9 kecamatan dan tahun ini akan dilanjutkan pada 9 kecamatan lainnya.

Gambarannya terdapat 3 subsektor unggulan yaitu Kuliner, Kriya, dan Seni Pertunjukan. Sementara 3 subsektor Potensial yaitu Musik, Film, dan Animasi dan Video.

Edi memaparkan, film yang dilaunching malam ini merupakan film yang kesekian kalinya yang diproduksi dan dibuat oleh keroan Etam mulai Onomastika, Ranam, Perisai Mahakam dan berbagai film pendek yang tidak bisa terhitung. 

Ini menandakan bahwa insan film di Kukar sangat banyak dan mempunyai potensi yang besar dengan karya-karya yang mampu bersaing dengan karya dari pulau jawa.

"Saya juga apresiasi dengan pelaksanaan workshop sepanjang siang hari tadi dengan tagline “Bekal Sinema”denga fokus “Penyutradaraan dan sinematografy”semoga semakin menambah khazanah dan wawasan tentang perfilman bagi insan serta komunitas yang ada di Kukar guna hasil yang lebih maksimal nantinya," katanya. 

Lebih lanjut, Edi mengatakan bahwa Kukar sudah memiliki Branding “Kutai Kartanegara Asia Wonders” yang akan selalu menyertai semua event/festival, baik logo maupun jingle dimana semuanya dibuat dan diciptakan oleh para kreator Kukar. 

“Jadi jangan lupa untuk menggunakan logo maupun jinggel tersebut pada berbagai kesempatan termasuk dalam garapan film, sebagai upaya untuk menyebarluaskan informasi dan sosialisasinya,” kata bupati. 

"Saya pastikan Pemerintah Daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh untuk itu. Serta mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, mari kita secara bersama-sama untuk menyaksikan film ini, mari kita ciptakan rasa bangga terhadap karya putra daerah semoga akan lebih banyak lagi karya yang akan tercipta dengan dukungan penuh seluruh eleman masyarakat kita," lanjutnya.

Sementara,, Executive Produser sekaligus Wakil Ketua Kekraf Kukar, Akbar Haka mengungkapkan, penayangan ini menjadi bukti nyata kesuksesan Kukar sebagai Kabupaten Kreatif, sesuai dengan penetapan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Melalui film ini juga kata dia, menjadi bukti, bahwa implementasi "Betulungan Etam Bisa (Bekerjasama Kita Bisa .Red)" dapat diterapkan. Melalui 8 bulan kerja dari awal produksi hingga pascaproduksi, film ini adalah hasil gotong royong antar komunitas tanpa menggunakan APBD.

Mulai dari alat, kru, set semuanya adalah kerjasama antar komunitas yang memiliki satu keinginan. Yakni membangkitkan dan memperkenalkan Kukar dalam industri perfilman Indonesia.

"Jadi beberapa orang ada tanpa dibayar, dan yang dibayar pun sebenarnya jauh dari profesional (bayaran/seiklasnya). Karena untuk membayar itu juga kita melalui penjualan tiket di screening tanggal 3 September mendatang)," jelas Akbar.

Kedepan, Akbar berharap industri film Kukar dapat berkembang lebih maju. Salah satunya melalui kerjasama dengan OPD Pemkab Kukar. Karena jika hanya mengandalkan komunitas pastinya terhambat di anggaran. Dan apabila kerjasama dicanangkan, maka hasil penayangan film juga dapat menghasilkan PAD, layaknya kerjasama suatu komunitas film di Pulau Jawa dengan Kemendikbudristek RI.

"Tujuannya memang cuma satu, meledakkan film Kukar seperti film Makassar Uang Panai yang pernah meledak ke industri film indonesia. Target utamanya keberlanjutan ini hingga dapat tayang di bioskop besar," ucapnya.

Setelah gala premiere ini, masyarakat umum juga dapat menyaksikan Layar Retak Untuk May. Tepatnya pada tanggal 3 September 2022, di Ampitheater Ladaya Tenggarong, Layar Retak Untuk May dapat ditonton. Dengan tiket dari kisaran harga Rp 15 - 20 Ribu, masyarakat sudah dapat menikmati film karya sineas lokal tersebut.

"Sejauh ini tiket sudah terjual lebih dari 200 lembar. Untuk teman-teman yang ingin beli tiketnya silahkan hubungi Instagram Layar Retak Untuk May," tandas Akbar.

Di penghujung acara, dilanjutkan pemutaran film layar retak untuk may dan foto bersama Bupati Edi dengan para pemeran dalam film tersebut. (*)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.