- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DP3A Kukar Siapkan Terobosan Baru dengan Mal Pelayanan Perempuan dan Anak

Keterangan Gambar : Marhaini Kabid Perlindungan Perempuan dan Khusus Anak DP3A.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana menghadirkan Mal Pelayanan Perempuan dan Anak (MPPA) sebagai langkah inovatif dalam memberikan layanan terpadu terhadap kasus kekerasan.
Marhaini, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Khusus Anak (PP2KA), mengungkapkan bahwa pembangunan MPPA dijadwalkan rampung pada tahun 2024 ini.
Gedung MPPA, yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, diharapkan dapat diresmikan dan dioperasikan mulai bulan April ini, dengan catatan tidak ada halangan yang menghambat.
Baca Lainnya :
- Rakornas PB 2024 Dorong Penerapan Teknologi dan Inovasi dalam Penanggulangan Bencana0
- DWP KKP Kunjungi Kukar, Berikan Apresiasi Atas Kekayaan Budaya Kutai0
- DP3A Kukar Hadirkan Pusbaga: Solusi Bijak untuk Masalah Keluarga0
- Dispora Kukar Bangun Komunitas Kaligrafi untuk Merangsang Kreativitas0
- FKPR 2024: Ajang Inspirasi dan Pertunjukan Bakat Para Pemuda Kukar0
"Kami berencana menyelesaikan pembangunan MPPA pada bulan ini, dengan masih menunggu penyelesaian sarana prasarana dan penandatanganan MoU dengan OPD lainnya," ungkapnya, Jumat (26/4/2024).
MPPA akan menjadi pusat pelayanan yang menyediakan layanan terpadu bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan, dengan dukungan tenaga psikolog.
Selain itu, DP3A juga akan melakukan sosialisasi tentang MPPA di setiap desa/kelurahan dan sekolah-sekolah sebagai upaya promosi yang edukatif.
"Kami juga melakukan studi tiru di Jogja untuk pengembangan website pembinaan dan pengaduan, yang nantinya akan menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan," jelasnya.
Selanjutnya, DP3A akan meluncurkan website yang dapat diakses secara berkala oleh masyarakat umum, sebagai langkah antisipasi terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hal ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil, untuk melakukan pengaduan dan pelaporan.
Marhaini berharap bahwa program ini akan membantu masyarakat Kukar dalam mengatasi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta meningkatkan kesadaran dan responsibilitas bersama dalam melindungi hak-hak mereka.
"Dengan inisiatif baru ini, kita berkomitmen dalam melindungi dan memberdayakan perempuan dan anak-anak dalam menghadapi tantangan kekerasan di masyarakat," pungkasnya. (Adv)










.jpg)
