- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Dorong Ekspansi Pemasaran UMKM: Disperindag Kukar Gelar Program Pendampingan Digital

Keterangan Gambar : Mohammad Bustani, Kepala Bidang Pemasaran Disperindag Kukar.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Dalam upaya meningkatkan jangkauan pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah dengan menghadirkan program pendampingan pemasaran digital.
Program ini dirancang untuk mengajarkan pelaku UMKM memanfaatkan media sosial dan platform marketplace dalam promosi penjualan.
Mohammad Bustani, Kepala Bidang Pemasaran Disperindag Kukar, menjelaskan bahwa program pendampingan ini diikuti oleh 50 pelaku UMKM.
Baca Lainnya :
- Dukungan Penuh Dinas Koperasi Kukar untuk UMKM Lokal 0
- Studi Komparatif Soal Ekonomi Kreatif, Pemkab Belitung Sambangi Kukar 0
- Sekda Sunggono Ajak ASN Tingkatkan Solidaritas di Acara halal Bihalal Bapenda Kukar 0
- Inovasi Dinsos Kukar: Pendaftaran BPJS Kesehatan Kini Lebih Cepat dan Mudah0
- Teknologi Inovatif Kukar Raih Apresiasi di TTG Provinsi Kaltim0
"Tujuan pendampingan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pelaku UMKM tentang persyaratan yang dibutuhkan untuk memasarkan produk di marketplace," ungkap Bustani Kamis (25/4/2024).
"Ia meliputi sertifikasi halal, terutama untuk produk makanan, serta standar keamanan produk yang diunggah," tambahnya.
Sebelumnya, 20 pelaku UMKM telah berhasil mendapatkan pendampingan serupa pada tahun sebelumnya. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Kukar dan telah dilatih cara efektif memasarkan produk melalui media sosial dan marketplace.
Program ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk memperluas pangsa pasar mereka, yang akan berdampak pada pertumbuhan bisnis dan pengembangan jaringan pasar.
"Kami berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari program ini untuk mengembangkan usaha mereka," pungkasnya. (Adv)










.jpg)
