- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Bendungan Marangkayu Jadi Harapan Masyarakat Kecamatan Marangkayu

Keterangan Gambar : Foto: Camat Marangkayu, Ambo Dalle saat menghadiri Diseminasi Tindak Lanjut Pembangunan Bendungan
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Masyarakat Kecamatan Marangkayu menantikan penyelesaian Bendungan Marangkayu yang diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian.
Camat Marangkayu, Ambo Dalle, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini dalam acara Diseminasi Tindak Lanjut Bendungan Marangkayu yang diadakan pada Kamis (28/3/2024).
“Lebih cepat lebih bagus,” ujar Ambo Dalle, menekankan harapan agar bendungan dapat segera difungsikan.
Baca Lainnya :
- Desa Pela Akan Terima Bantuan Peralatan dari Pemkab Kukar0
- Upaya Desa Loh Sumber Bangun Generasi Tangguh Melalui Program Senin Peduli Bersama Pendidikan 0
- Dispora Kukar Luncurkan Program Pembinaan Seni Kaligrafi 0
- Kreativitas Anak Muda Kukar Bersinar di Festival Ramadan0
- Aji Ali Husni Tekankan Toleransi dalam Lomba Gerak Sahur Maluhu0
Ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian masalah ganti rugi lahan agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan bendungan.
Dalam acara yang dipimpin oleh Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, berbagai masukan dan pendapat disampaikan oleh peserta yang terdiri dari BPBD, Dinas PU, dan pihak kecamatan.
Muhammad Dikin dari PT. Indra Karya menjelaskan bahwa empat desa akan terdampak jika terjadi status Siaga dan Awas pada bendungan, dengan total penduduk berisiko mencapai 368 jiwa.
Dikin juga menggarisbawahi pentingnya Rencana Tindak Darurat (RTD) sebagai panduan bagi pemilik dan pengelola bendungan dalam mengantisipasi risiko kegagalan.
“Semua kemungkinan risiko sudah diantisipasi,” ungkap Dikin. (Adv)










.jpg)
