- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Bendungan Marangkayu Jadi Harapan Masyarakat Kecamatan Marangkayu

Keterangan Gambar : Foto: Camat Marangkayu, Ambo Dalle saat menghadiri Diseminasi Tindak Lanjut Pembangunan Bendungan
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Masyarakat Kecamatan Marangkayu menantikan penyelesaian Bendungan Marangkayu yang diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian.
Camat Marangkayu, Ambo Dalle, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini dalam acara Diseminasi Tindak Lanjut Bendungan Marangkayu yang diadakan pada Kamis (28/3/2024).
“Lebih cepat lebih bagus,” ujar Ambo Dalle, menekankan harapan agar bendungan dapat segera difungsikan.
Baca Lainnya :
- Desa Pela Akan Terima Bantuan Peralatan dari Pemkab Kukar0
- Upaya Desa Loh Sumber Bangun Generasi Tangguh Melalui Program Senin Peduli Bersama Pendidikan 0
- Dispora Kukar Luncurkan Program Pembinaan Seni Kaligrafi 0
- Kreativitas Anak Muda Kukar Bersinar di Festival Ramadan0
- Aji Ali Husni Tekankan Toleransi dalam Lomba Gerak Sahur Maluhu0
Ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian masalah ganti rugi lahan agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan bendungan.
Dalam acara yang dipimpin oleh Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, berbagai masukan dan pendapat disampaikan oleh peserta yang terdiri dari BPBD, Dinas PU, dan pihak kecamatan.
Muhammad Dikin dari PT. Indra Karya menjelaskan bahwa empat desa akan terdampak jika terjadi status Siaga dan Awas pada bendungan, dengan total penduduk berisiko mencapai 368 jiwa.
Dikin juga menggarisbawahi pentingnya Rencana Tindak Darurat (RTD) sebagai panduan bagi pemilik dan pengelola bendungan dalam mengantisipasi risiko kegagalan.
“Semua kemungkinan risiko sudah diantisipasi,” ungkap Dikin. (Adv)










.jpg)
