- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Atasi Stunting, Disketapang Kukar Tingkatkan Bantuan melalui Program Gerimis

Keterangan Gambar : Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara, Sutikno.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar bakal meningkatkan bantuan susu dan telur bagi siswa-siswi sekolah dasar (SD) di daerah lokus stunting melalui Program Gerakan Gemar Minum Susu (Gerimis) dan makan telur.
Tujuan program ini untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak, serta mencegah stunting yang bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Kepala Disketapang Kukar, Sutikno, mengatakan program ini sudah dijalankan sejak 2023 lalu, dan tahun 2024 ini volumenya dinaikkan lagi.
Baca Lainnya :
- Kecamatan Tenggarong Tingkatkan Kualitas Infrastruktur di 20240
- Pembangunan Pasar Tangga Arung Dilanjutkan April 20240
- Sejumlah Lomba Meriahkan Festival Ramadan di Masjid Agung Tenggarong 0
- Surat Edaran Bupati Kukar Selama Bulan Ramadan 20240
- Dinsos Kukar Beri Bantuan Korban Pencabulan di Sebulu0
“Tahun ini, ada delapan sekolah dasar yang menjadi target program gerakan makan telur minum susu. Sasarannya yaitu kecamatan-kecamatan yang jadi lokus daerah stunting,” ujarnya, Jumat (8/3/2024).
Kecamatan-kecamatan yang dimaksud adalah Muara Badak, Samboja, Tenggarong Seberang, Kota Bangun Darat, dan Kota Bangun.
Kata Sutikno, di setiap kecamatan, ada dua SD yang mendapatkan bantuan, kecuali Kota Bangun Darat dan Kota Bangun yang masing-masing satu SD. Bantuan diberikan mulai kelas 1 sampai 3 dengan masing-masing sekolah sebanyak 50 siswa.
Sutikno menambahkan, agar bantuan tepat sasaran, Disketapang bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kecamatan dan pihak sekolah masing-masing. Sebab mereka lebih mengetahui secara detail siswa-siswi mana yang berhak mendapatkan bantuan itu.
“Kami berharap dengan program ini, angka stunting di Kutai Kartanegara bisa turun dan anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan cerdas,” tutupnya. (Adv)










.jpg)
