- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
5 Provinsi di Negara Penghasil Minyak Goreng Terbesar di Dunia Belum Nikmati Minyak Curah

ANALOGNEWS.id - Selama fenomena kelangkaan minyak di Indonesia, masyarakat kecil menjadikan minyak goreng curah sebagai andalan untuk memenuhi kebutuhan. Bahkan, meskipun stok dan harga minyak goreng kemasan sudah dilepas ke pasar, minyak goreng curah tetap memiliki patokan harga eceran tertinggi alias HET.
Namun nyatanya, menurut Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga masih ada lima provinsi di Indonesia yang tak pernah merasakan minyak goreng curah.
Lima provinsi itu terdapat di wilayah timur Indonesia. Mulai dari Nusa Tenggara Timur sampai ke Papua.
Baca Lainnya :
- Ronaldinho Resmi Bergabung di RANS Cilegon FC0
- Resmi Pimpin PRSI Bontang, Jefri Akan Fokus Persiapkan Atlet0
- Fakhri Husaini Tinggalkan Borneo FC Sebelum Liga 1 Berakhir0
- Samsung dan Microsoft Diretas Sekelompok Remaja0
- Halle Berry Kecewa, Belum Ada Wanita Kulit Hitam di Piala Oscar Setelahnya0
"Dalam sejarah ada 5 provinsi di republik ini yang selama ini tidak dimasuki minyak goreng curah, itu di daerah timur, yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua," ungkap Sahat dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV, Rabu (30/3/2022).
Meski begitu, Sahat mengatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk memperluas distribusi minyak goreng curah ke daerah-daerah tersebut.
"Tapi kemarin kami dapat informasi bahwa pemerintah tetapkan mereka kan bagian dari republik maka harus nikmati minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kg," kata Sahat.
Salah satunya adalah mengupayakan pengiriman minyak goreng curah lewat program Kementerian Perhubungan, Tol Laut. Kemungkinan dua minggu lagi minyak goreng curah akan dikirim.
"Kami bicara dengan Perhubungan Laut, kan dia ada Tol Laut. Minggu kedua April kami usahakan sudah ada di sana minyak goreng curah," beber Sahat.
Sahat bilang salah satu penyebab minyak goreng curah tidak bisa dinikmati di 5 provinsi yang dia sebutkan karena mahalnya ongkos pengiriman minyak goreng curah.
Dia bilang harus ada fasilitas repacking yang dibangun di daerah-daerah tersebut sehingga minyak-minyak goreng curah bisa dikemas ulang sesuai dengan permintaan pasar.
"Jadi kalau minyak goreng curah dikirim berupa pack itu mahal sekali ongkosnya. Dibandingkan kalau dikirim berupa bulk (jumlah besar), jadi kalau bisa ada repacking di sana yang SNI," ujar Sahat. (Red/AN)










.jpg)
