- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
5 Provinsi di Negara Penghasil Minyak Goreng Terbesar di Dunia Belum Nikmati Minyak Curah

ANALOGNEWS.id - Selama fenomena kelangkaan minyak di Indonesia, masyarakat kecil menjadikan minyak goreng curah sebagai andalan untuk memenuhi kebutuhan. Bahkan, meskipun stok dan harga minyak goreng kemasan sudah dilepas ke pasar, minyak goreng curah tetap memiliki patokan harga eceran tertinggi alias HET.
Namun nyatanya, menurut Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga masih ada lima provinsi di Indonesia yang tak pernah merasakan minyak goreng curah.
Lima provinsi itu terdapat di wilayah timur Indonesia. Mulai dari Nusa Tenggara Timur sampai ke Papua.
Baca Lainnya :
- Ronaldinho Resmi Bergabung di RANS Cilegon FC0
- Resmi Pimpin PRSI Bontang, Jefri Akan Fokus Persiapkan Atlet0
- Fakhri Husaini Tinggalkan Borneo FC Sebelum Liga 1 Berakhir0
- Samsung dan Microsoft Diretas Sekelompok Remaja0
- Halle Berry Kecewa, Belum Ada Wanita Kulit Hitam di Piala Oscar Setelahnya0
"Dalam sejarah ada 5 provinsi di republik ini yang selama ini tidak dimasuki minyak goreng curah, itu di daerah timur, yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua," ungkap Sahat dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV, Rabu (30/3/2022).
Meski begitu, Sahat mengatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk memperluas distribusi minyak goreng curah ke daerah-daerah tersebut.
"Tapi kemarin kami dapat informasi bahwa pemerintah tetapkan mereka kan bagian dari republik maka harus nikmati minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kg," kata Sahat.
Salah satunya adalah mengupayakan pengiriman minyak goreng curah lewat program Kementerian Perhubungan, Tol Laut. Kemungkinan dua minggu lagi minyak goreng curah akan dikirim.
"Kami bicara dengan Perhubungan Laut, kan dia ada Tol Laut. Minggu kedua April kami usahakan sudah ada di sana minyak goreng curah," beber Sahat.
Sahat bilang salah satu penyebab minyak goreng curah tidak bisa dinikmati di 5 provinsi yang dia sebutkan karena mahalnya ongkos pengiriman minyak goreng curah.
Dia bilang harus ada fasilitas repacking yang dibangun di daerah-daerah tersebut sehingga minyak-minyak goreng curah bisa dikemas ulang sesuai dengan permintaan pasar.
"Jadi kalau minyak goreng curah dikirim berupa pack itu mahal sekali ongkosnya. Dibandingkan kalau dikirim berupa bulk (jumlah besar), jadi kalau bisa ada repacking di sana yang SNI," ujar Sahat. (Red/AN)










.jpg)
