- Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Rusunawa Bontang Dibagi Sesuai Kebutuhan Penghuninya
- Rusunawa Api-Api Punya Kriteria Khusus, Perkim Bontang Prioritaskan Warga Tidak Mampu
- Tak Ada Batas Minimal dan Maksimal Penghasilan Bagi Calon Penghuni, Usman: Asal Mampu Bayar Sewa
- Rusunawa Loktuan dan Guntung Usung Konsep Studio, Cocok untuk Pekerja dengan Mobilitas Tinggi
- Rusunawa di Bontang Punya Fasilitas Berbeda, Rusunawa Api-Api Diprioritaskan untuk Warga Berpenghasi
- Tarif Rusunawa Bontang Bertingkat, Makin Tinggi Lantai Tarif Makin Murah
- Penyembelihan Hewan Kurban di Bontang Capai 1.957 Ekor, Data Masih Berpotensi Bertambah
- DP3AKB Bontang Dorong Penguatan Kelembagaan KRPPA di Seluruh Kelurahan
- DKP3 Bontang Pastikan Ribuan Hewan Kurban Bebas PMK dan Layak Konsumsi
- Pemkot Bontang Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul adha
Wali Kota Bontang Dorong Sineas Muda Ciptakan Karya Film Orisinal
.jpg)
Keterangan Gambar : Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan workshop film pendek di DPK (Ist).
Analognews.id, BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Workshop Pembuatan Film Pendek, yang digelar di Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Senin (18/5/2026).
Baca Lainnya :
- Optimis, Pemkot Bontang Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 12,5 Persen di 20260
- Wali Kota Bontang Tutup Turnamen Bola Voli Dandim Cup 20260
- Wakil Wali Kota Bontang Lepas 112 Jamaah Haji ke Tanah Suci0
- Agus Haris Ingatkan Pentingnya Disiplin dalam Turnamen Soccer Kids Bontang0
- Agus Haris Buka Turnamen Soccer Kids, Tekankan Disiplin dan Jiwa Kebangsaan0
Kegiatan yang berlangsung hingga 20 Mei 2026 tersebut diikuti 60 pelajar SMA dan SMK se-Kota Bontang, sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor film, animasi, dan video.
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni mengapresiasi langkah progresif Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Kota Bontang yang dinilai mampu menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda.
“Saya menyambut baik dan mengapresiasi upaya Dispopar dalam mendorong pengembangan SDM di bidang ekonomi kreatif. Saya berharap melalui kegiatan ini, anak-anak Bontang mampu menciptakan film-film pendek berkualitas yang membawa industri kreatif kita semakin maju dan berkembang, tidak hanya di ranah lokal tetapi juga dikenal di tingkat nasional hingga internasional,” jelasnya.
Selain mendorong peningkatan kreativitas, Neni turut memberikan pesan khusus kepada para peserta, agar bisa selalu mengedepankan orisinalitas dalam berkarya dan menghindari praktik plagiarisme.
Menurutnya, Kota Bontang dan Indonesia secara umum memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang dapat menjadi sumber inspirasi utama dalam menciptakan karya film yang autentik.
“Negara kita, khususnya daerah kita, sangat kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal yang bisa dieksplorasi lebih jauh. Jadikan kekayaan budaya itu sebagai inspirasi utama. Jangan menjadi plagiat, melahirkan karya yang otentik adalah kebanggaan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Workshop tersebut menghadirkan enam narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi perfilman, baik lokal maupun luar daerah.
Melalui workshop ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berharap lahir lebih banyak sineas muda berbakat yang mampu mengangkat potensi daerah, melalui karya kreatif dan inovatif.










.jpg)
