- Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Rusunawa Bontang Dibagi Sesuai Kebutuhan Penghuninya
- Rusunawa Api-Api Punya Kriteria Khusus, Perkim Bontang Prioritaskan Warga Tidak Mampu
- Tak Ada Batas Minimal dan Maksimal Penghasilan Bagi Calon Penghuni, Usman: Asal Mampu Bayar Sewa
- Rusunawa Loktuan dan Guntung Usung Konsep Studio, Cocok untuk Pekerja dengan Mobilitas Tinggi
- Rusunawa di Bontang Punya Fasilitas Berbeda, Rusunawa Api-Api Diprioritaskan untuk Warga Berpenghasi
- Tarif Rusunawa Bontang Bertingkat, Makin Tinggi Lantai Tarif Makin Murah
- Penyembelihan Hewan Kurban di Bontang Capai 1.957 Ekor, Data Masih Berpotensi Bertambah
- DP3AKB Bontang Dorong Penguatan Kelembagaan KRPPA di Seluruh Kelurahan
- DKP3 Bontang Pastikan Ribuan Hewan Kurban Bebas PMK dan Layak Konsumsi
- Pemkot Bontang Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul adha
Optimis, Pemkot Bontang Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 12,5 Persen di 2026

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri rapat terkait stunting (Ist).
Analognews.id, BONTANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menargetkan penurunan angka stunting dari 17,4 persen menjadi 12,5 persen di 2026, melalui kolaborasi lintas sektor dan intervensi berbasis data.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Bontang Tutup Turnamen Bola Voli Dandim Cup 20260
- Wakil Wali Kota Bontang Lepas 112 Jamaah Haji ke Tanah Suci0
- Agus Haris Ingatkan Pentingnya Disiplin dalam Turnamen Soccer Kids Bontang0
- Agus Haris Buka Turnamen Soccer Kids, Tekankan Disiplin dan Jiwa Kebangsaan0
- Pertandingan Usai, Wali Kota Bontang Tutup Turnamen Minisoccer Kapolres Cup 20260
Target tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat membuka Rapat Koordinasi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2026, di Ruang Rapat Utama Wali Kota Bontang, Senin (18/5/2026).
“Karena kita ingin penanganan stunting ini benar-benar berjalan di lapangan, bukan hanya laporan administratif. Jadi selain dilakukan secara selektif, kita juga harus optimistis,” tegas Agus Haris.
Rapat tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Dasuki, Kepala DP3AKB Eddy Foreswanto, Kepala Dinas Kesehatan Bahtiar Mabe, OPD terkait, camat, lurah, serta organisasi pemerintah lainnya.
Dalam rapat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang turut memaparkan hasil penimbangan balita dan capaian posyandu, termasuk rencana validasi data stunting melalui pengukuran ulang dan timbang serentak di Juni 2026. Pemerintah juga meminta ke lurah untuk aktif, melakukan kunjungan rumah bagi balita yang belum ditimbang.
Sementara itu, Eddy Foreswanto menegaskan penanganan stunting dilakukan sejak sebelum kehamilan melalui pendampingan keluarga, perbaikan sanitasi, akses air bersih, pola hidup sehat, hingga pencegahan asap rokok.
Pemkot Bontang juga mendorong integrasi data melalui aplikasi Super S dan Si Rindu agar intervensi lebih tepat sasaran. Meski demikian, tantangan seperti penolakan imunisasi, pernikahan dini, dan keterbatasan SDM masih menjadi perhatian.
Sebagai bentuk keberhasilan, Pemkot mencatat program PMT, vitamin D, dan zinc di Kelurahan Bontang Baru, Tanjung Limau, berhasil membantu 18 dari 25 anak keluar dari kondisi stunting dan diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain di Kota Bontang.










.jpg)
