- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Wakil Wali Kota Bontang Pimpin Rakor Percepatan Stunting

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Bontang, Najirah
ANALOG NEWS - Wakil Wali Kota Bontang Najirah memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Rabu (15/5/2024) pagi.
Kondisi kasus Stunting di Kota Bontang sesuai data dari hasil e-PPGBM pada tahun 2023 mencapai 19,6 persen. Sementara prevalensi stunting tingkat kota di Kalimantan Timur Tahun 2022-2023 21 persen (SSGI) dan 27,4 persen (SKI).Melihat data tersebut, Wawali menyebut perlu jalan pintas bagaimana kasus stunting segera turun.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Bontang Resmikan Kantor Kelurahan Satimpo0
- Najirah Buka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu0
- Basri Harap KNPI Ikut Berkontribusi Bangun Bontang0
- Bontang Diguyur Hujan, Perumahan di Salebba Kebanjiran0
- Pemkot Bontang Hibahkan Rp7,9 Miliar untuk Kantor Baru BNN0
“Bagaimana jika semua menjadi orang tua asuh, mungkin tidak ada lagi kasus stunting di Bontang. Satu OPD mau ambil berapa anak, kita kumpulkan juga seluruh perusahaan yang ada di Bontang,” ujarnya.
Wawali menyebut, kasus stunting ini sudah berlarut-larut. Dengan beberapa opsi, di akhir-akhir hasil surveinya justru meningkat di angka 27 persen.
“Saya minta data riil dari semua kelurahan. Saya mau data yang sebenar-benarnya,” tegasnya.
Rakor dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Bontang Dasuki, Kepala Bapperida Bontang Amiruddin, serta kepala OPD atau perwakilan OPD yang tergabung dalam Satgas Stunting. (ADV)










.jpg)
