- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Wakil Wali Kota Bontang Pimpin Rakor Percepatan Stunting

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Bontang, Najirah
ANALOG NEWS - Wakil Wali Kota Bontang Najirah memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Rabu (15/5/2024) pagi.
Kondisi kasus Stunting di Kota Bontang sesuai data dari hasil e-PPGBM pada tahun 2023 mencapai 19,6 persen. Sementara prevalensi stunting tingkat kota di Kalimantan Timur Tahun 2022-2023 21 persen (SSGI) dan 27,4 persen (SKI).Melihat data tersebut, Wawali menyebut perlu jalan pintas bagaimana kasus stunting segera turun.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Bontang Resmikan Kantor Kelurahan Satimpo0
- Najirah Buka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu0
- Basri Harap KNPI Ikut Berkontribusi Bangun Bontang0
- Bontang Diguyur Hujan, Perumahan di Salebba Kebanjiran0
- Pemkot Bontang Hibahkan Rp7,9 Miliar untuk Kantor Baru BNN0
“Bagaimana jika semua menjadi orang tua asuh, mungkin tidak ada lagi kasus stunting di Bontang. Satu OPD mau ambil berapa anak, kita kumpulkan juga seluruh perusahaan yang ada di Bontang,” ujarnya.
Wawali menyebut, kasus stunting ini sudah berlarut-larut. Dengan beberapa opsi, di akhir-akhir hasil surveinya justru meningkat di angka 27 persen.
“Saya minta data riil dari semua kelurahan. Saya mau data yang sebenar-benarnya,” tegasnya.
Rakor dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Bontang Dasuki, Kepala Bapperida Bontang Amiruddin, serta kepala OPD atau perwakilan OPD yang tergabung dalam Satgas Stunting. (ADV)










.jpg)
