- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Sapto Ingatkan Pentingnya Menjaga Etika dan Kedamaian dalam Pilgub Kaltim 2024

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Sapto SEtyo Pramono. (Foto: Fai)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Ketika Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2024 semakin mendekat, suasana politik di provinsi mulai memanas. Kampanye, debat publik dan perbincangan sengit di media sosial kian mewarnai hari-hari menuju hari pencoblosan.
Namun, di tengah hiruk-pikuk tersebut, ada satu suara yang menonjol, mengingatkan kita untuk tidak melupakan esensi dari demokrasi itu sendiri. Suara itu datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Sapto Setyo Pramono.
Sapto sapaan akrabnya, ia dengan serius menyampaikan pesan penting menjelang kontestasi politik yang akan menentukan arah masa depan Kaltim.
Bagi Sapto, yang sudah berpengalaman terjun di dunia politik, ada satu hal yang tak boleh dilupakan: menjaga etika dan sikap dalam berpolitik. Ia menekankan bahwa Pemilu harus dijalani dengan penuh kedamaian dan rasa saling menghormati, terlepas siapa pun yang terpilih nantinya.
“Siapa pun yang terpilih sebagai Gubernur, itu adalah putra-putra terbaik Kaltim. Kita harus menghormati proses demokrasi ini dan memastikan bahwa pemilihan ini berlangsung dengan baik,” tegas Sapto, yang berbicara dengan penuh keyakinan.
Penting bagi Sapto untuk mengingatkan bahwa dalam setiap kontestasi politik, tak ada tempat untuk saling menyerang atau menghujat. Menurutnya, politik adalah ajang untuk berkontestasi dengan gagasan dan visi yang positif, bukan untuk menjatuhkan lawan.
“Tidak ada tempat untuk saling menghujat. Kita semua harus mengedepankan cara-cara yang santun dan beradab dalam berpolitik. Tidak ada ruang untuk kebencian,” tambahnya.
Namun, belakangan ini, Sapto merasa khawatir dengan semakin maraknya konten negatif di media sosial selama masa kampanye. Media sosial, yang seharusnya menjadi wadah informasi yang sehat, justru sering dimanfaatkan untuk menyerang pihak-pihak tertentu, bahkan dengan cara-cara yang sangat merugikan.
“Saya sangat menyesalkan jika kampanye dijalankan dengan cara yang saling merusak. Banyak sekali unggahan yang justru bertujuan mendiskreditkan lawan politik, dan sering kali ini terorganisir, dengan dana yang tak sedikit,” ungkapnya.
Sapto, yang dikenal sebagai politisi yang menekankan pentingnya persatuan, mendesak agar para kandidat dan pendukungnya tidak terjebak dalam perang media sosial yang hanya akan memperburuk keadaan.
“Kontestasi ini harus berlangsung dengan damai. Jika ada yang merasa tidak terima atau merasa diperlakukan tidak adil, saya rasa lebih baik datang langsung ke saya. Kita selesaikan dengan cara yang lebih bijak,” tuturnya.
Bagi Sapto, proses kampanye yang berlandaskan pada etika dan kedewasaan politik akan menciptakan suasana yang kondusif bagi seluruh masyarakat Kaltim.
Ia meyakini bahwa pemilu yang mengedepankan kedamaian akan menghasilkan pemimpin yang dihormati oleh semua pihak, tanpa mengorbankan persatuan daerah.
“Kampanye itu seharusnya bukan soal mengalahkan lawan dengan cara apa pun, tetapi soal menunjukkan visi dan misi terbaik untuk Kaltim. Mari kita tunjukkan kedewasaan kita dalam berpolitik,” ujar Sapto, menutup perbincangan dengan semangat positif.
Dengan pesan yang jelas dan tegas ini, Sapto berharap Pemilihan Gubernur Kaltim 2024 akan menjadi momen yang bukan hanya menentukan pemimpin daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat Kaltim bisa berpolitik dengan cara yang santun, damai, dan penuh penghormatan terhadap perbedaan. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
