Risiko Semrawut Mengintai, Rencana Pelabuhan Baru Didukung dengan Catatan

By Redaksi 22 Apr 2025, 13:40:31 WIB DPRD PPU
Risiko Semrawut Mengintai, Rencana Pelabuhan Baru Didukung dengan Catatan

Keterangan Gambar : Risiko Semrawut Mengintai, Rencana Pelabuhan Baru Didukung dengan Catatan


ANALOGNEWS.id, PPU - Wacana pembangunan pelabuhan baru di Kalimantan Timur mengemuka seiring tuntutan pertumbuhan ekonomi dan aksesibilitas menuju kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, bagi Anggota Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedy, rencana tersebut harus disikapi dengan kalkulasi yang matang, bukan sekadar ambisi infrastruktur. Ia menilai pengembangan pelabuhan harus menyatu dengan tata kelola wilayah dan efisiensi anggaran, agar tidak berujung pada proyek mercusuar yang tidak fungsional.

"Saya sepakat dengan Gubernur Kaltim mau menciptakan pelabuhan baru, tetapi kan pelabuhan baru itu nilai investasinya tinggi," ujar Jhon, menanggapi rencana jangka panjang yang disebut-sebut akan menjadi pelabuhan strategis penghubung daratan Kalimantan.

Baca Lainnya :

Menurutnya, biaya tinggi pembangunan pelabuhan bukan sekadar soal pengadaan fisik dermaga atau bangunan penunjang, tetapi juga terkait dengan infrastruktur pendukung, seperti jaringan jalan, koneksi logistik, hingga pengaturan kawasan sekitar. Ia menekankan bahwa pelabuhan bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari sistem transportasi dan ekonomi yang harus terintegrasi.

"Jadi dampak dari pembangunan pelabuhan juga kita harus pikirkan secara ekonomi, pengembangan wilayah, transportasinya itu juga harus selaras," kata Jhon.

Dalam konteks ini, ia mengingatkan agar pemerintah daerah maupun provinsi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Ada konsekuensi jangka panjang yang harus dipikirkan, termasuk potensi munculnya kawasan-kawasan kumuh dan tata ruang yang tidak terkelola dengan baik.

Jhon menilai bahwa ketika investasi besar dikucurkan tanpa perencanaan spasial dan sosial yang terintegrasi, maka pembangunan pelabuhan justru bisa menjadi beban.

"Jangan nanti kita membangun pelabuhan dengan anggaran besar, tetapi kawasan itu juga semrawut, kan enggak bagus," ujarnya.

Ia menyarankan agar setiap rencana pembangunan pelabuhan baru diawali dengan studi kelayakan yang kuat, termasuk proyeksi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Menurut Jhon, perlu ada keterlibatan aktif lintas sektor, mulai dari Dinas Perhubungan, Bappeda, hingga pelaku usaha lokal dalam menyusun peta jalan pembangunan pelabuhan. (*) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.