- Sepi Peminat, Rusunawa Guntung Jadi Bahan Evaluasi Perkim Bontang
- Akses Jauh Jadi Kendala, Peminat Rusunawa Guntung Masih Relatif Rendah
- Rusunawa Api-Api Jadi Primadona, Tarif Murah dan Lokasi Strategis Jadi Daya Tarik
- Perkim Bontang Andalkan Perbaikan Fasilitas dan Digitalisasi untuk Dongkrak Hunian Rusunawa
- Perkim Bontang Optimistis PAD Rusunawa Tembus Rp800 Juta di 2026, Belajar dari Capaian Tahun Lalu
- Perkim Bontang Ajak Warga Gunakan Aplikasi APARUS, Informasi Rusunawa Dijamin Lebih Akurat dan Trans
- Cari Rusunawa Kini Lebih Mudah, Aplikasi APARUS Tampilkan Tarif, Fasilitas hingga Unit yang Tersedia
- APARUS Jadi Jendela Digital Rusunawa Bontang, Perkim Dorong Transparansi Informasi Hunian
- Cek Ketersediaan Rusunawa Lewat Aplikasi APARUS, Usman: Harga, Fasilitas hingga Unit Kosong Bisa Dip
- Rusunawa Bontang Terbuka untuk Lajang dan Keluarga, Perkim Luruskan Informasi yang Keliru
Perkim Bontang Optimistis PAD Rusunawa Tembus Rp800 Juta di 2026, Belajar dari Capaian Tahun Lalu

Keterangan Gambar : Kepala Perkim Bontang, Usman
Analognews.id, BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kota Bontang optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD), dari sektor Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sebesar Rp800 juta pada 2026 dapat tercapai. Optimisme itu muncul setelah berbagai upaya perbaikan dan peningkatan fasilitas dilakukan pada sejumlah unit Rusunawa.
Baca Lainnya :
- Perkim Bontang Ajak Warga Gunakan Aplikasi APARUS, Informasi Rusunawa Dijamin Lebih Akurat dan Trans0
- Cari Rusunawa Kini Lebih Mudah, Aplikasi APARUS Tampilkan Tarif, Fasilitas hingga Unit yang Tersedia0
- APARUS Jadi Jendela Digital Rusunawa Bontang, Perkim Dorong Transparansi Informasi Hunian0
- Cek Ketersediaan Rusunawa Lewat Aplikasi APARUS, Usman: Harga, Fasilitas hingga Unit Kosong Bisa Dip0
- Rusunawa Bontang Terbuka untuk Lajang dan Keluarga, Perkim Luruskan Informasi yang Keliru0
Kepala Perkim Bontang, Usman, mengungkapkan bahwa pada 2025 lalu, pihaknya juga menargetkan PAD sebesar Rp800 juta. Namun realisasinya masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.
“Sebelumnya di 2025 lalu, kami menargetkan PAD-nya bisa sampai Rp800 juta, akan tetapi yang terealisasi hanya sekitar Rp600 juta saja,” ujar Usman, Selasa (23/6/2026).
Meski belum mencapai target pada tahun lalu, Perkim Bontang menjadikan capaian tersebut sebagai bahan evaluasi, untuk meningkatkan kinerja pengelolaan Rusunawa pada tahun ini. Sejumlah langkah pembenahan pun dilakukan guna meningkatkan tingkat hunian dan kenyamanan penghuni.
Menurut Usman, salah satu upaya yang dilakukan adalah memperbaiki fasilitas dan perabotan yang mengalami kerusakan di sejumlah unit. Selain itu, kamar-kamar yang sebelumnya tidak dapat ditempati karena kondisi bangunan juga telah diperbaiki, agar kembali layak huni.
“Di 2026 ini targetnya memang tetap sama Rp800 juta dan kami optimistis bisa mencapainya. Dengan berbagai perbaikan perabotan dan sebagainya, termasuk beberapa kamar yang sebelumnya rusak sudah kami perbaiki,” katanya.
Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat, untuk menempati Rusunawa yang dikelola pemerintah. Semakin banyak unit yang terisi, maka potensi pendapatan dari sektor sewa pun nantinya juga akan semakin meningkat.










.jpg)
