- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Peringati Hari Mangrove Sedunia, DLH Bontang Ajak Masyarakat Jaga Mangrove

Keterangan Gambar : Proses penanaman mangrove di Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang (Amril)
ANALOGNEWS.id - Memperingati hari Mangrove Internasional, Selasa 26 Juli 2022, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang ajak masyarakat menjaga kelestarian mangrove.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang Heru Triatmojo mengatakan pohon mangrove mempunyai peran yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia.
Selain dapat mencegah terjadinya abrasi dan menjaga ekosistem lingkungan terutama di daerah pesisir, mangrove juga mempunyai nilai ekonomi dengan mengolah buahnya menjadi olahan makanan dan minuman.
Baca Lainnya :
- Pasca Ledakan Pabri PKT, DLH Pastikan Kualitas Udara Normal0
- Cristiano Ronaldo Bakal ke Bayern Munchen 0
- Bukan Migas Biasa, Ini Harta Karun yang Diincar AS0
- Sulap Kampungnya Jadi Kota, Bintang Sepak Bola Ini Sumbang Pakai Dana Pribadi0
- DLH Support Mahasiswa KKN Tanam Mangrove di Pesisir Bontang0
"Maka dari itu mari kita menjaga mangrove agar tetap lestari demi bumi yang lebih baik kedepannya," kata Heru.
Mangrove adalah tumbuhan yang tidak mengenal musim. Dia menyebut, mangrove akan tetap tumbuh meskipun kemarau atau musim penghujan.
Kata dia, Pohon yang selalu terlihat hijau ini merupakan pohon yang menjadi gudang besar yang dapat menyerap dan menyimpan karbon. "Dan pohon ini merupakan rumah ayang nyaman bagi satwa," ujarnya.
Hari Mangrove Sedunia atau International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem, diadopsi oleh Konferensi Umum UNESCO pada tahun 2015 dan dirayakan setiap tahun pada tanggal 26 Juli.
Tujuan peringatan hari mangrove ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove dan memberikan solusi akan pengelolaan dan konservasi yang berkelanjutan.
Indonesia sebagai negara maritim dengan dua per tiga luas wilayahnya adalah lautan, memiliki hutan mangrove terbesar di dunia. Luas hutan mangrove Indonesia sebesar 3,31 juta hektar merupakan 20% dari total luas mangrove di dunia. Namun teridentifikasi 600.000 hektar diantaranya kritis.
Hutan mangrove selain menghasilkan berbagai komoditas perikanan dan kehutanan, juga berperan untuk mencegah abrasi pantai, menstabilkan daerah pesisir, menyaring limbah secara alami, mencegah intrusi air laut, sebagai habitat dan tempat pemijahan beberapa jenis satwa yang tinggal di wilayah mangrove. (Ar/An)










.jpg)
