- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pendidikan dan Pembinaan Pemuda Jadi Senjata Utama Perangi Narkoba

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Jahidin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Menanggulangi penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda terus menjadi kemelut tantangan yang harus dihadapi bersama.
Jahidin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan pentingnya pembinaan dan edukasi masyarakat sebagai langkah utama dalam upaya pemberantasan narkoba.
"Dalam berbagai kesempatan, saya selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama generasi muda, mengenai bahaya narkotika—baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun bangsa," tutur Jahidin.
Baca Lainnya :
- Urai Polemik Krisis Air Bersih di Samarinda, Subandi Dorong Solusi Nyata0
- Ananda Emira Moeis Teguhkan Komitmen Perjuangkan Kesetaraan Gender di DPRD Kalti0
- Kembali Pimpin DPRD Kaltim, Hamas Tekankan Profesionalisme dalam Kinerja0
- Tema Hari Sumpah Pemuda ke-96 jadi Momen Tingkatkan Kualitas SDM Jelang Kehadiran IKN di Kaltim 0
- Kolaborasi DPRD dan Pemprov Kaltim Kunci Sukses Pemerataan Pembangunan0
Selain itu, ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu merasa takut atau ragu melaporkan anggota keluarga yang terindikasi sebagai pengguna narkoba.
Menurutnya, rehabilitasi yang diberikan bertujuan untuk memulihkan pengguna agar dapat kembali ke masyarakat dengan sehat.
"Penyelesaian dengan penangkapan saja tidak cukup; sosialisasi dan pembinaan adalah hal yang sangat penting," tegasnya. Jahidin menilai bahwa pendidikan dan kesadaran tentang bahaya narkotika harus dimulai sejak dini, sebagai benteng awal agar generasi muda tak terperosok ke dalam jerat narkoba.
Ia pun mendorong masyarakat untuk berperan aktif dengan segera melaporkan indikasi peredaran atau penggunaan narkotika di sekitar mereka kepada BNN atau pihak berwenang. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
