Breaking News
- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pemuda Bontang Kuala Bersatu Deklarasi Tolak Politik Uang, Serukan Pilkada Damai

Keterangan Gambar : Masyarakat diajak membubuhkan tandatangan sebagai komitmen untuk menolak politik uang dan menyerukan Pilkada damai.
ANALOGNEWS.id, BONTANG – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Masyarakat Bontang Kuala Bersatu (MBKB) menggelar deklarasi menolak politik uang dan menyerukan pelaksanaan pilkada damai di Kota Bontang. Acara yang berlangsung pada Sabtu (23/11/2024) ini menjadi simbol komitmen generasi muda untuk menjaga integritas demokrasi di tengah pesta politik.
Koordinator pelaksana, Agus Susanto, menegaskan bahwa politik uang merupakan ancaman besar bagi kualitas demokrasi dan masa depan daerah. Menurutnya, masyarakat harus cerdas dan berani menolak segala bentuk iming-iming materi yang dapat merusak nilai-nilai keadilan dalam pemilihan.
“Politik uang hanya akan melahirkan pemimpin yang tidak berpihak pada rakyat. Kami, pemuda Bontang Kuala, berdiri teguh untuk mengatakan tidak pada praktik ini. Pemilu yang bersih adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan yang jujur dan adil,” ujar Agus dengan tegas.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Bontang Kuala, Agung Anugerah Saputra, menyerukan pentingnya menjaga suasana damai selama masa pemilihan. Ia menilai bahwa pilkada tidak hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan harmoni di masyarakat.
“Kami ingin Pilkada 2024 menjadi momentum persatuan, bukan perpecahan. Tidak ada tempat bagi politik kotor yang memecah belah warga. Mari kita bersama-sama menjadikan Bontang sebagai contoh demokrasi damai yang bermartabat,” kata Agung.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tim sukses, kandidat, dan pemilih, untuk menghormati aturan pemilu serta menjunjung tinggi semangat sportivitas.
Deklarasi ini menjadi wujud nyata komitmen pemuda Bontang Kuala dalam menciptakan pilkada yang bersih, damai, dan berkualitas. Mereka berharap gerakan ini dapat menginspirasi masyarakat di seluruh Kota Bontang untuk menolak politik uang dan memilih berdasarkan visi, misi, serta rekam jejak calon.
“Kami percaya, masa depan Bontang ada di tangan kita semua. Dengan menolak politik uang dan menjaga pilkada damai, kita sedang membangun fondasi kokoh bagi generasi mendatang,” tutup Agus.
Deklarasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan demokrasi yang lebih baik di Kota Bontang, sekaligus mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur demokrasi. (*)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpg)
