- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
KONI Kaltim Tegaskan Pentingnya Regenerasi Atlet Menuju PON 2028

Analognews.id, Samarinda – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyatakan bahwa hanya 20 persen dari total atlet yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan dapat melanjutkan perjuangan mereka di PON XXII Tahun 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari total 659 atlet Kaltim yang berpartisipasi di PON 2024, sebagian besar tidak akan dipertahankan untuk PON berikutnya. "Maksud saya, jumlah atlet yang bisa dipertahankan untuk PON di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur hanya sebagian kecil. Selebihnya tidak," kata Rusdi, Sabtu (23/11/2024).
Baca Lainnya :
- Standar Kompetensi Pelatih Diperketat KONI Kaltim Jelang PON XXII 20280
- KONI Kaltim Sukses Gelar Pelatihan Nasional untuk Pelatih Fisik Level 10
- Berlangsung Pra POPNAS Wilayah IV: Sepak Bola dan Voli Putra Kaltim Melaju ke Babak Krusial0
- Pengurus KONI Berau Periode 2024-2028 Resmi Dilantik0
- Dispora Kaltim Optimis Loloskan Semua Cabor di Pra-Popnas Zona IV 0
Menyikapi kondisi tersebut, Rusdi menekankan pentingnya regenerasi atlet. KONI Kaltim akan mendorong program kaderisasi di semua cabang olahraga (cabor) agar memastikan keberlanjutan prestasi di masa mendatang.
Mulai 2025, setiap cabor diwajibkan menggelar kejuaraan daerah (kejurda) junior sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan dari KONI Kaltim. "Ini wajib untuk kaderisasi dan regenerasi. Kalau mereka tidak melaksanakan kejurda junior, kita tidak akan bantu kejurda senior," tegasnya.
Langkah ini bertujuan memastikan regenerasi atlet berjalan terarah sekaligus meminimalkan potensi kecurangan dalam pengajuan bantuan. Selain itu, KONI Kaltim akan memperketat administrasi untuk memastikan peserta kejurda junior benar-benar memenuhi kriteria usia.
Rusdi menyebutkan bahwa setiap pengajuan bantuan untuk kejurda junior harus disertai dokumen seperti fotokopi ijazah dan akta kelahiran peserta. "Dokumen-dokumen ini sangat penting agar kita benar-benar tahu bahwa yang bertanding itu memang junior. Jangan sampai hanya setor nama saja, lalu tiba-tiba muncul 20 nama tanpa verifikasi," jelasnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat menghindari manipulasi data usia atlet yang selama ini kerap menjadi kendala. Rusdi menegaskan bahwa KONI Kaltim siap mendukung penuh program tersebut demi keberlanjutan prestasi olahraga daerah.
Dengan aturan baru ini, KONI Kaltim berharap dapat mencetak lebih banyak atlet muda berbakat yang siap bertanding di PON 2028 dan kompetisi selanjutnya. "Harus siap, mau tidak mau kita harus siap," ujar Rusdi.
Langkah strategis ini diyakini menjadi upaya nyata untuk memastikan prestasi olahraga Kaltim tetap terjaga di tingkat nasional. (adv).










.jpg)
