Imbas Larangan Ekspor, Petani Sawit di Kaltim Gigit Jari

By Redaksi 07 Mei 2022, 11:09:56 WIB Ekonomi
Imbas Larangan Ekspor, Petani Sawit di Kaltim Gigit Jari

ANALOGNEWS.id - Petani sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai merasakan dampak dari kebijakan pemerintah soal larangan untuk ekspor CPO, minyak goreng, RBD (refined, bleached, and deodorised) palm oil, dan RBD palm olein yang diberlakukan sejak 28 April 2022

Salah seorang petani di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara mengungkapkan kegelisahannya imbas dari kebijakan itu. Dia mengatakan, sawit hasil panen mereka tak dapat dijual. 

"Tidak ada pembeli, jadi sudah dua mingguan ini kami belum panen," kata Rahman saat di temui pada Sabtu, (7/5/2022). 

Baca Lainnya :

Dia menyampaikan, sejak larangan ekspor itu diberlakukan para pengepul mulai enggan membeli sawit hasil panen mereka. Sehingga, beberapa petani, kata dia mengalami kerugian, karena sawit yang telah dipanen rusak tak terjual. 

Bahkan, kata Rahman, sejak sebelum lebaran para pengepul di daeranya tidak membeli sawit petani. Imbasnya, uang untuk berlebaran pun tak mereka dapatkan. 

"Kami dukung jika kebijakaan ini untuk menghindari kelangkaan minyak goreng, tapi perhatikan kami (petani sawit)," ujarnya.

Sebelum adanya larangan ekspor sawit, harga beli tandan buah segar (TBS) dari pengepul mencapai Rp2.900. Namun harga TBS turun drastis menjadi Rp1.800 setelah kebijakan itu diberlakukan. (*/An)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.