- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kaltim Tekankan Prioritas Air, Energi, dan Pupuk

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Apansyah. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - DPRD Kalimantan Timur menegaskan bahwa tiga kebutuhan dasar masyarakat, yakni air bersih, energi, dan pupuk harus menjadi prioritas pembangunan yang nyata dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kaltim, Apansyah, usai mendampingi kunjungan lapangan Gubernur Kaltim ke tiga perusahaan strategis di Bontang dan Kutai Timur, Jumat (5/9/2025). Turut hadir pula anggota DPRD Kaltim lainnya, yakni Shemmy Permatasari, Husin Djufri, Agus Aras, Arfan, dan Sulasih.
Tiga perusahaan yang dikunjungi adalah PT Indominco Mandiri, PT Energi Unggul Persada, dan PT Pupuk Kaltim (PKT). Ketiganya dinilai memiliki peran vital dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Air, energi, dan pupuk adalah denyut nadi ekonomi rakyat,” tegas Apansyah.
Di PT Indominco Mandiri, DPRD menyoroti persoalan air bersih. Meski debit air mencukupi untuk wilayah Bontang dan Kutai Timur, proses pipanisasi dinilai belum maksimal. Apansyah mendorong program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan lebih difokuskan pada penyediaan air bersih yang merata dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Ekti Imanuel Paparkan Peran DPRD di Paroki HKY Mangkupalas0
- Yonavia Dorong Dukungan UMKM Perempuan di Kubar dan Mahulu0
- Muhammad Husni Fahruddin Dorong Penguatan UMKM Kaltim0
- Muhammad Samsun Dorong Pertanian Kaltim Jadi Pilar Ketahanan Pangan Hadapi IKN0
- Sigit Wibowo Dorong Pengembangan Perikanan Kaltim Hadapi IKN0
Di PT Energi Unggul Persada, perhatian diarahkan pada proses hilirisasi kelapa sawit. CPO (Crude Palm Oil) yang sebelumnya diekspor mentah kini telah diolah menjadi minyak curah dan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) melalui kerja sama dengan Pertamina Balikpapan. “Dengan hilirisasi, masyarakat bisa membeli minyak curah di dalam negeri. Ada nilai tambah dan lapangan kerja. Tinggal bagaimana tenaga kerja lokal lebih banyak terserap,” jelasnya.
Kunjungan terakhir dilakukan ke PT Pupuk Kaltim, produsen pupuk nasional yang menjadi andalan petani. DPRD meminta perusahaan meningkatkan distribusi serta menjaga harga agar tetap terjangkau. “Harga pupuk saat ini masih tinggi dan sulit diakses. Padahal kapasitas PKT seharusnya mampu memenuhi kebutuhan petani di Kaltim,” kata Apansyah.
Dari keseluruhan agenda, DPRD merumuskan tiga poin utama: keberlanjutan suplai air bersih, penguatan hilirisasi energi, dan distribusi pupuk dengan harga wajar. Ketiganya diyakini mampu menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar tertulis di laporan,” pungkas Apansyah. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
