- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Darlis Pattalongi: Generasi Muda Harus Seimbangkan Teknologi dan Nilai Tradisi

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA — Dalam era kemajuan teknologi yang begitu pesat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Darlis Pattalongi, mengingatkan generasi muda untuk tidak melupakan nilai-nilai tradisi dan etika meskipun dunia digital semakin mendominasi kehidupan.
Menurutnya, penting bagi generasi penerus bangsa untuk menguasai ilmu pengetahuan, namun tanpa mengesampingkan budaya yang menjadi identitas mereka.
“Tantangan kita adalah memastikan teknologi tidak menggerus adat dan etika. Ilmu pengetahuan memang penting, tapi tanpa etika dan tradisi, fondasi karakter generasi muda bisa goyah,” ungkap Darlis, yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Darlis menegaskan bahwa meskipun kemajuan teknologi sangat dibutuhkan, keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan budaya lokal harus tetap dijaga.
Tanpa dasar nilai tradisi dan etika yang kuat, lanjutnya, kemajuan teknologi justru berisiko menciptakan kesenjangan dalam kualitas generasi muda.
“Kualitas pengetahuan yang baik harus diiringi dengan etika yang kuat. Jika tidak, ini bisa menimbulkan masalah dalam masyarakat kita,” tambahnya.
Selain itu, Darlis juga menekankan pentingnya agar ilmu pengetahuan dan budaya lokal dapat berjalan berdampingan. Menurutnya, keberlanjutan adat tidak akan tercapai tanpa adanya pemahaman dan penguasaan pengetahuan yang memadai.
“Adat kita tidak bisa berkembang sendiri tanpa pengetahuan. Tantangan kita adalah menyelaraskan keduanya dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Darlis berharap generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk kemajuan, tetapi tetap mengedepankan nilai-nilai budaya yang ada. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
